Sirkulasi Mobil di Priok Idealnya 2000 Unit per 6 Jam
Senin, 21 Maret 2005 | 16:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Umum Indonesian National Shipowner Association (INSA) Oentoro Surya mengatakan, idealnya sirkulasi mobil masuk dan keluar Pelabuhan Tanjung Priok harus cepat seperti di Jepang. "Di Jepang, sirkulasinya 2.000 unit per enam jam," kata Oentoro di sela-sela International Workshop Partnership in Developing Competitive Seaport di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (21/3).
Ironisnya, menurut Oentoro, sebagai pelabuhan internasional untuk masuk ke pelabuhan Tanjung Priok saja, mobil membutuhkan waktu 10 sampai 12 jam. Padahal, katanya, setelah masuk, muatan mobil masih harus bercampur dengan barang lainnya.
Oentoro menjelaskan, pembangunan terminal mobil (car terminal) yang dapat mempercepat sirkulasi sangat penting. Pasalnya, semenjak pasar bebas ASEAN (AFTA) diberlakukan, Indonesia akan dibanjiri berbagai produk luar negeri, dan sebaliknya juga dengan negara lain.
Menurut Oentoro, mobil yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok setiap tahunnya mencapai 5.000 unit. "Makanya harus ditampung dan dibangun pelabuhan yang sepadan," katanya.
Kajian tentang pembangunan terminal mobil di Pelabuhan Tanjung Priok sudah selesai dilakukan, kata dia, "Tinggal menentukan koordinatnya saja. Kalau sudah, langsung dilakukan reklamasi." Ia menilai, alternatif reklamasi lebih efektif, karena bisa mengurangi bentrokan dengan masyarakat sekitar karena harus membebaskan tanah.
Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, pada kesempatan yang sama juga mengklaim bahwa investor dari Jepang telah menyediakan dana lebih dari Rp 8 triliun untuk pembangunan terminal mobil di Pelabuhan Tanjung Priok.
Eworaswa





