|
Jakarta
Pembangunan Boker Mulai Tahun Ini
Jum'at, 01 April 2005 | 11:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Walikota Jakarta Timur Koesnan Abdul Halim mengatakan konstruksi pembangunan gelanggang olah raga di daerah Boker, Ciracas Jakarta Timur akan dimulai tahun ini. "Alokasi anggaran sudah ada di Dinas Tata Kota," ujarnya, Jumat (1/4).
Daerah lokalisasi pelacuran, warung remang-remang dan perjudian Boker, rencananya akan dijadikan gelanggang olah raga (sport center). Saat ini sudah hampir sebagian besar lahan dibebaskan dari keseluruhan luas 4,5
hektar. Menurut Koesnan, Juli hingga Agustus, akan dilakukan pembebasan lahan tahap dua, yaitu membebaskan sisa lahan yang sekitar tiga hektar lagi.
Koesnan menyadari pengawasan pemerintah kota Jakarta Timur pada daerah Boker masih lemah. Namun untuk pengawasan di malam hari, diakui Koesnan tidak efisien, karena keterbatasan tenaga.
Jadi, menurut Koesnan, satu-satunya solusi untuk Boker adalah mengubah peruntukan daerah tersebut menjadi sarana olah raga masyarakat. "Dengan demikian tindakan kriminal bisa hilang," ujar Koesnan.
Upaya penangan masalah Boker, yang sudah berjalan puluhan tahun ini, diakui Koesnan telah direncanakan sejak periode tiga wali kota yang lalu. Namun hingga kini belum membuahkan hasil.
Dari pengamatan Tempo, daerah Boker, kendati sudah sebagian lahan dibebaskan dan di sekeliling daerah tersebut sudah dipagar, sore hari menjelang malam
mulai bermunculan tenda-tenda biru, tempat menjual minuman keras dan tempat transaksi pelacuran. Saat ini, menurut Koesnan, upaya yang dapat dilakukan pemerintah kota Jakarta Timur adalah dengan melakukan operasi-operasi spontan pada warung remang-remang tersebut.
Mengenai rencana Boker dijadikan tempat pembuangan sampah sementara, Koesnan mengatakan hal itu sudah diinstruksikan kepada Camat Ciracas. "Coba ditanya
lagi ke Camatnya," katanya.
Ia menambahkan, sepengetahuannya ada satu atau dua tokoh masyarakat yang tinggal di sekitar daerah lokalisasi menolak tempat tersebut dijadikan tempat sampah. "Mungkin karena bau juga," tandasnya.
Nofi Triana Firman
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Protes oleh Forkot dengan spanduk bertuliskan Sutiyoso pelanggar HAM di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta tanggal 6 Juni 2000 [TEMPO/ Bernard Chaniago; 30d/098/2000; 2000/06/19].](/hg/photostock/2005/03/28/s_30d09805_high_thumb.jpg) |
![Ibu Asni Anggraini (47 tahun) bersama suami, dan anak bungsunya yang masih duduk di sekolah dasar (SD) dengan sekeranjang medali dan piala yang diraih salah satu putrinya Silvi Antarini sebagai pemain bulutangkis nasional di gubuk daruratnya di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Selasa, 07 Oktober 2003. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20031007].](/hg/photostock/2005/02/15/s_AB03100718_high_thumb.jpg) |
|
|
| Asni Anggraini bersama suami dan anak
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|