Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Kondisi Jembatan Wilhelmina Memprihatinkan
Jum'at, 01 April 2005 | 15:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jembatan Wilhelmina atau yang biasa disebut jembatan Kota Intan di Kali Besar, Tambora, Jakarta Barat, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Catnya mulai mengelupas, kayu-kayu tampak kotor, dan dipadati pedagang kaki lima yang mangkal di sekitar jembatan. Pemndangan ini mengesankan sumpek.

Wali Kota Jakarta Barat, Fadjar Panjaitan, ketika mengunjungi jembatan itu sangat menyayangkan kondisinya. "Jembatan ini merupakan peninggalan sejarah yang harus dipelihara dan dilestarikan," kata Fadjar.

Jembatan kota Intan yang sebelumnya dikenal dengan nama jembatan Wilhelmina, dibangun oleh Pemerintah Hindia-Belanda pada 1857 sebagai pintu gerbang kapal laut memasuki kota Jakarta melalui Kali Besar dan Kali Jelangseng.

Sebenarnya, jembatan ini pernah direnovasi pemda DKI tahun 1999 dengan dana sekitar Rp 700 juta dan diresmikan kembali oleh Gubernur Sutiyoso. Namun saat ini, jembatan yang berada di bawah pengawasan Dinas Permuseuman DKI kondisinya masih buruk dan terkesan tidak dipelihara.

Fadjar mengharapkan, jembatan itu segera diperbaiki dan melakukan pembenahan kembali agar salah satu peninggalan bersejarah ini dapat dipertahankan. Nilai sejarah jembatan inipun sebaiknya diabadikan dalam bentuk prasasti, agar warga mengetahui bahwa jembatan ini termasuk benda bersejarah.

Deni Mukbar-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Anak-anak bermain perahu angsa di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, 1991. [TEMPO/ Rini PWI; 03d/252/91; 20001202].<br> 
Dimuat majalah TEMPO 20001210-036, 20020915-072 Sepasang turis asing meneropong di pantai Nusa Dua, Bali, 1993. [TEMPO/ Rully Kesuma; 14D/473/1993; 20021002].
Taman Impian Jaya Ancol
Pantai Nusa Dua
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Titik Berat Kerjasama Asia Afrika, Ekonomi
Malioboro Miliki Polisi Sipil
Herman Bahar : Orientasi Kebijakan Pariwisata Cuma Bisnis
Hotel Mulia Dilaporkan Konsumennya
Herman Bahar : Pariwisata Cuma Anak Tiri
Pemerintah Targetkan Jumlah Wisatawan Meningkat
Rinjani Finalis TTA 2005
Wisatawan Beralih dari Thailand ke Lombok
Sultan Minta Warga Yogya Tidak Dekati Laut
Pasca-tsunami, Tingkat Hunian Hotel di Daerah Pantai Tinggal 25 Persen
> selengkapnya...


Website

PT Garuda Indonesia
Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data