Tawuran FBR-Benteng Banten, Lima Luka-luka

Senin, 04 April 2005 | 14:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Tawuran pecah antara dua kelompok yang disebut-sebut Forum Betawi Rempug (FBR) dan Benteng Banten di Sungai Bambu, Tanjung Priok, Minggu (3/4) malam. Akibatnya, 5 orang mengalami luka parah hingga dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan polisi berjaga-jaga hingga tadi pagi di sekitar Sungai Bambu untuk mencegah tawuran pecah kembali.

Menurut kabar yang berkembang, hal itu bermula dari sengketa pembangunan posko di Tanjung Priok beberapa waktu lalu. Pihak FBR dan Benteng Banten sama-sama ingin membangun posko di sebuah lahan. Pihak kepolisian, kecamatan, dan tokoh masyarakat menengahi dan memutuskan tak boleh ada posko dibangun di sana.

Tiba-tiba pada Minggu siang itu kelompok Benteng Banten bersiap membangun poskonya dan peletakan batu pertama telah dilakukan. Pihak FBR tak terima dan keadaan mulai tegang pada sore harinya. Keadaan terus memanas dan mencapai puncaknya pada pukul 20.30 WIB hingga pecahlah tawuran itu.

Seorang warga Sungai Bambu, Budi, mengatakan, ada banyak orang terluka karena pekelahian dua kelompok tersebut. "Yang saya lihat polisi menutup jalan menuju ke Sungai Bambu. Ada banyak yang luka-luka, mungkin ada belasan dan dilarikan ke rumah sakit," kata dia.

Kepala Polres Jakarta Utara, Komisaris Besar Polisi Syahrul Mamma, membenarkan adanya tawuran tersebut. "Ya, itu hanya salah paham saja. Banyak yang luka-luka, tapi saya belum mengecek berapa jumlahnya," katanya. Menurut dia, tidak kurang dari 100 personel polisi disiagakan untuk menghalau massa dan mencegah terulangnya tawuran itu.

Lima korban yang mengalami luka bacok dibawa ke RS Puri Medika. Namun, karena lukanya parah, korban dibawa ke RSCM. "Kami sempat menangani tiga orang yang mengalami luka bacok di kepala dan sempat mengidentifikasi mereka. Dua orang lagi langsung disusulkan menuju RSCM," kata dr. Anita, dokter jaga RS Puri Medika.

Tiga korban yang teridentifikasi adalah Bianto, 43 tahun, warga Kampung Muara Bahari Gg. 1 No.12, Suhana, 46 tahun, warga RT06/02 Rawa Badak Koja, dan Sulhi, warga Alur Laut Walang Jakarta Utara.

Dian Yuliastuti






Komentar Anda

Kirim