April, "Sogo Jongkok" Ditertibkan

Senin, 04 April 2005 | 17:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Walikotamadya Jakarta Pusat Muhayat menegaskan akan mengembalikan pedagang sogo jongkok di sepanjang jalan Jayanti dan jalan Facruddin, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang. "Mereka hanya boleh berdagang di hari Minggu dan hari libur. Kenyataannya libur Jumat-Sabtu-Minggu digunakan juga," ujar Muhayat kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/4).

Semula, kata dia, pedagang di wilayah itu berjumlah 400 orang tapi kini sudah mencapai ribuan dan mengganggu warga sekitar karena mereka memarkir mobilnya di jalan Wahid Hasyim hingga Underpass Tanah Abang. "Mereka bukan pedagang kaki lima (PKL) karena mereka berdagang menggunakan mobil," ujarnya.

Muhayat menegaskan bahwa ia tidak akan menghilangkan sogo jongkok dan tidak anti PKL. "Tapi yang di jalan umum dan mengganggu aktivitas umum akan ditata," ujarnya.

Ia setuju sogo jongkok dikembangkan menjadi pilot project penataan PKL. Namun ia belum bisa menyebut di lokasi mana sogo jongkok akan ditempatkan. Namun ia berencana sogo jongkok masa depan tidak akan di jalan tapi di pertokoan yang tiap minggu libur. "Penyebutan lokasi tidak boleh gegabah. Begitu saya ngomong, nanti PKL akan berkerumun di situ," ujarnya.

Ditanya langkah kongkrit mengatasi PKL agar tidak seperti langkah pemadam kebakaran, Muhayat menegaskan bahwa ia akan lebih tegas kepada jajarannya. "Mereka jangan cari kerjaan baru sementara kerjaan ini belum selesai," katanya.

Menurutnya, untuk penataan PKL ia sudah menjalankan konsep penataan waktu yang diperbolehkan bagi PKL untuk berdagang yaitu siang atau malam. "Untuk buku bekas siang dan untuk malam PKL kapau," tegasnya. Akan datang, ia akan mencari lahan dan sponsor bagi PKL agar tempat dan waktunya terjadwal.

Badriah






Komentar Anda

Kirim