|
Metro
Dana Pembangunan Pusat Krisis Jakarta Rp 8-12 miliar
Rabu, 06 April 2005 | 17:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jakarta--- Pemerintah DKI Jakarta rencananya akan membangun pusat penanganan bencana (crisis center) dengan dana sekitar Rp 8-12 miliar. Sebab, penanganan bencana di Jakarta saat ini masih bersifat ad-hoc, sehingga respons tanggap daruratnya dinilai banyak orang lambat. Dana pembangunan bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2005.
Menurut Sekretaris Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) DKI Jakarta Soebagio, pembangunan pusat krisis ini rencananya akan selesai tahun ini. Proses pembangunan akan mendapatkan asistensi dari Perancis. "Embrionya sudah ada, " kata Soebagio kepada Tempo, Rabu (6/4).
Pusat krisis ini, menurut dia, akan fokus kepada tahap tanggap darurat penanganan bencana. Sedangkan untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi bisa melibatkan pihak swasta.
Penanganan bencana, menurur Soebagio, seharusnya dilakukan oleh sebuah lembaga permanen dengan dana dari APBD. Sehingga ketika terjadi bencana tidak perlu meminta persetujuan dewan perwakilan rakyat daerah untuk mencairkan dana. Ewo Raswa-Tempo News Room
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|