Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Isu Gempa, Pekerja di Jakarta Tak Terpancing Isu Gempa
Rabu, 06 April 2005 | 21:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Para pekerja di Jakarta cenderung bersikap tenang dan tidak terpancing dengan isu gempa akan mengguncang Jakarta. ?Mungkin karena Jakarta sering diguncang bom, kali ya?? ujar Rina, karyawan sebuah perusahaan yang berkantor di Gedung World Trade Center lantai 3 Jalan Sudirman Jakarta, Rabu (6/4).

Ia menuturkan, teman-temannya memang cukup ramai membincangkan isu tersebut namun tidak membuat mereka segera meninggalkan kantor sehabis bekerja. ?Pasrah saja pada Yang di Atas. Kalau memang sudah terjadi ya, mau apa lagi?? ujarnya. Dengan isu tersebut, bukan berarti orang jadi takut beraktivitas di luar rumah.

?Biasa saja. Karena Jakarta sudah sering diterpa isu macam-macam,? ujar Indra, karyawan lt.1 Gedung Bank Mandiri. Tari, karyawan Cayman Trust, sebuah perusahaan Foreign Exchange yang berkantor di lt.16 WTC cenderung pasrah bila terjadi musibah. Memang, kata dia, beberapa temannya ada yang panik dengan isu tersebut. Misalnya mereka yang biasanya pulang sehabis maghrib kini pulang pukul 16.00-17.00 WIB. ?Kalau yang kuat imannya, mereka pasrah,? tuturnya.

Begitu juga disampaikan Aris, karyawan PT. Allianz yang berkantor di Gedung Arthaloka lantai 6. Beberapa temannya pulang lebih awal dari biasanya. Sementara Ahmad karyawan sebuah perusahaan yang berkantor di lt. 9 Gedung Tamara menjelaskan suasana di lantainya biasa saja dengan isu itu kecuali di lantai 10 dan 11 yang sempat turun begitu mendengar isu tersebut. ?Tapi tidak membuat mereka langsung pulang atau pulang cepat. Kecuali kalau pertanda semisal guncangan,?jelasnya.

Badriah-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Korban-korban gempa tampak sedang diinfus di tenda darurat bencana alam gempa bumi di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/397/2000; 2000/07/27]. Angin Topan Blanca dilihat saat misi NASA, Mei 1992. [Gamma/ Salaber-Laison; 10D/496/1992; 20040127].
Angin Topan Blanca
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengusaha Sisihkan Keuntungan Bantu Korban Bencana
Jakarta Diisukan akan Terjadi Gempa
Wagub Akui Bantuan ke Nias Selatan Sangat Kurang
Diare, Kasus Baru Pengungsi di Nias
Warga Nias Mulai Bangkit
Ratusan Relawan Asing Masuk Melalui Bandara Polonia
Diusulkan Pembentukan Badan Penanganan Bencana
Malaria dan Campak Ancam Pengungsi Nias
Pemerintah Jamin Penduduk Nias Tidak Kelaparan
PM Thailand Kecam Kekerasan Berkedok Agama
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pembangunan Infratruktur Dinilai Kurang Serius
Panwas Jember, Buka Posko Pemilih Pilgub Jatim
Harga Semen Akan Naik Bertahap
Ratusan Mahasiwa Kediri Sholat Jenazah
Himpunan Pedagang Pasar, Batal Usung Calon Independen

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data