Polisi: Teror Bom Mungkin Terjadi
Kamis, 07 April 2005 | 16:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tjiptono, menyatakan ancaman gangguan keamanan, terutama teror bom, bisa saja mengganggu jalannya Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika. Hal itu mengingat belum tertangkapnya aktor peledakkan bom di berbagai daerah, yakni Noordin Mohammad Top dan Dr Azahari. "Untuk itu, kami menghimbau agar para pengusaha dan pengelola hotel, mal, dan supermarket agar tetap melaksanakan prosedur pemeriksaan terhadap kendaraan maupun orang dan barang, untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya teror bom," katanya kepada wartawan, Kamis (7/4).
Selain itu, berdasarkan pengalaman yang lalu, bahwa kedua tersangka itu sering bersembunyi di rumah-rumah kontrakkan, pihaknya meminta agar para pemilik rumah kontrakkan meneliti dengan baik identitas para penyewa rumha. "Biasanya dua orang pelaku peledakkan bom itu, mengontrak di suatu rumah. Jadi, kalau masayarakat mengetahui keberadaan mereka, laporkan langsung ke polisi terdekat," pintanya.
Dalam prosedur pengamanan pertemuan antar pejabat tinggi atau Senior Official Meeting (SOM) KTT AA, pihak Polda Metro Jaya telah memetakan potensi ancaman keamanan, seperti bom, teror, sabotase listrik, sabotase makanan, unjuk rasa anarkis, kecelakaan, dan kemacetan lalu lintas. "Untuk itu, kami akan bergerak melakukan pencegahan sedini mungkin, dengan cara melakukan penyisiran mulai 10 April nanti," ungkapnya.
Raden Rachmadi





