280 Ribu Warga Jakarta Timur Terjangkit TBC
Minggu, 10 April 2005 | 19:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dari 2,4 juta penduduk Jakarta Timur, diperkirakan sekitar 280 ribu orang di antaranya terjangkit penyakit TBC (tuberculosis). Menurut data dari Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Timur sepanjang 2004 terdapat 5.529 penderita TBC yang berada dalam perawatan.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Timur, Dien Emawati, menjelaskan, dari bermacam-macam jenis TBC, yang berpotensi menular adalah yang pada dahak ditemukan BTA (bakteri tahan asam) positif. "Pada 2004 penderita BTA positif ini 2.310 orang," kata dia, Minggu (10/4).
Jumlah ini, menurut Dien, merupakan angka tertinggi di wilayah Jakarta. Penyebabnya ada dua: karena kesadaran masyarakat yang tinggi sehingga memeriksakan diri dan terdata atau karena penularan pada masyarakat di wilayah yang jumlah penduduknya terbanyak di Jakarta ini.
TBC, menurut dia, menyerang pada usia produktif antara 15-40 tahun. Penyakit ini sendiri bisa menularkan ke 10 sampai 15 orang dan dapat diperparah dengan kondisi lingkungan buruk seperti sanitasi yang tidak terjaga. "Baksil TBC dapat mati dengan sinar matahari," kata Dien.
Untuk pengobatannya, kata Dien, dilakukan gratis di 88 puskesmas di Jakarta Timur. "Perawatan ini berlangsung selama enam bulan, jumlah obatnya sendiri bisa sampai enam butir," kata dia menambahkan. Namun, walau gratis, ada saja warga yang mundur di tengah jalan, "Mungkin karena waktu perawatannya yang tidak singkat ini."
Selain itu, perawatan dapat dilakukan di RS Persahabatan, RSI Pondok Kopi, RS Pasar Rebo, RS Polri, RS Harum dan RS Budi ASih. "Untuk obat diberikan gratis namun dokternya bayar, tapi kalau punya kartu Keluarga Miskin (Gakin) semua gratis," kata Dien.
Karena banyaknya penderita yang mundur dari pengobatan, maka dibentuk pengawas minum obat (PMO) yang mengawasi penderita meminum obatnya dan memeriksakan dirinya secara berkala ke puskesmas. "PMO ini bisa keluarga atau tetangga, pokoknya yang bisa membantu," kata Dien.
Dien mengatakan akan memberikan penghargaan bagi warga yang dapat menyelesaikan program pengobatan penyakit TBC selama enam bulan ini. "Namanya Program Rumah Sehat, untuk penghargaannya penderita akan diperbaiki rumahnya".
Nofi Triana Firman
Topik :






Komentar Anda :