|
Bekasi
Perpustakaan Sekolah Masih Disepelekan
Rabu, 13 April 2005 | 10:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah dan DPRD Kota Bekasi belum menganggap penting keberadaan taman bacaan atau perpustakaan) di sekolah-sekolah. Buktinya, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2005 tidak menyediakan dana untuk pengembangan perpustakaan.
"Idealnya perpustakaan itu harus ada di setiap sekolah. Tapi, dalam APBD belum diakomodasi," kata Ketua Komisi D DPRD, Zubaidi Asnan, di Bekasi, Rabu (13/4).
Tidak dimasukkannya anggaran perpustakaan dalam APBD 2005, kata Zubaidi, karena pemerintah dan DPRD masih mengutamakan pembangunan gedung-gedung sekolah. "Kami prioritaskan dulu sektor fisik," ujar Zubaidi.
Kondisi perpustakaan di 240 SD negeri di Kota Bekasi umumnya memprihatinkan. Banyak perpustakaan yang ruangannya sama sekali tidak diperhatikan. "Masih kumuh, bahkan ada yang di dekat WC," kata anggota Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Program peningkatan layanan perpustakaan baru akan dipikirkan pada penyusunan APBD tahun depan. "Kita akan tingkatkan secara bertahap," kata Zubaidi.
Sebelumnya, Kepala Sekolah SD Negeri Bantargebang V, Abdul Manan, mengatakan, perpustakaan di sekolahnya sudah bertahun-tahun nyaris terbengkalai. Koleksi buku tidak bertambah, bangku-bangkunya pun sudah usang.
Siswanto-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|