Polisi Umumkan Penggrebekan Pabrik Ekstrasi Terbesar
Rabu, 13 April 2005 | 17:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Polisi menemukan pabrik ekstasi berkapasitas besar, Jumat (8/4) pukul 15.00. WIB. Pemilik pabrik Filip Widjajanto alias Hans Philip, 46 tahun, buron kelas kakap Badan Narkotika Nasional sejak 2001, tewas saat penggrebekan.
Direktur IV Narkoba dan Kejahatan Terorganisir Brigjen Polisi Gorries Mere mengatakan, ekstasi yang ditemukan berupa serbuk-serbuk di sekitar mesin. "Untuk barang bukti berupa tablet masih dalam penggeledahan," ujarnya di Jakarta, Rabu (13/4).
Polisi pada operasi menangkap dua tersangka lainnya, yaitu Bertje Bessy, 44 tahun, pengelola dan peracik MDMA. Satu tersangka lainnya adalah Bangkit Satrio, 44 tahun, sopir dan pembantu di laboratorium.
Sementara ini polisi sedang mencari tujuh tersangka lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang. Salah satunya, Mr. Jaap, warga negara Belanda. Ia disebutkan sebagai ahli kimia dan arsitek laboratorium bawah tanah dan perancang seluruh pembuatan ekstasi.
Pabrik itu berlokasi di Kampung Kandang Sapi, Desa Bangraden, Kecamatan Jasinga, Bogor, Jawa Barat. Menurut Gorries, pabrik itu memiliki kemampuan produksi 840 butir ekstasi dalam satu menit. Artinya, satu mesin bisa memproduksi 45.360.000 butir per tahun.
Menurut Gorries, ada dua mesin pada pabrik itu. Dengan asumsi harga ekstasi per tablet Rp 50 ribu, diperkirakan pabrik tersebut mempunyai omset sekitar Rp 12 miliar per hari.
Kepala Pusat Dukungan Penegak Hukum Badan Narkotika Nasional Brigjen Polisi Djoko Satrio menyebutkan, pabrik seluas tiga hektare itu didirikan di lahan yang jauh dari keramaian. Untuk mencapainya, dibutuhkan dua jam perjalanan dari Jakarta melalui jalan setapak dan penuh bebatuan. Di dalam pabrik tersebut terdapat bermacam peralatan canggih.
Hans Philip juga memiliki gudang penyimpanan bahan baku ekstasi di Kampung Poncol, Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampe, Bogor, sekitar satu jam perjalanan dari pabriknya. Lokasi ini sebelumnya adalah peternakan ikan arwana.
Di tempat ini, ia menyimpan 52 drum, dengan kapasitas 200 liter, Methylamine. Hans Philip dikenal juga sebagai ahli kimia dan arsitek Clandestine Laboratorium dan perancang seluruh pembuatan ekstasi di pabriknya serta pengatur jaringan sindikat narkoba internasional.
Nofi Triana Firman





