|
Pabrik Ekstasi itu Dikira Peternakan Walet
Rabu, 13 April 2005 | 18:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga Kampung Kandang Sapi, RT05/03, Desa Pangradin, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor tidak menyangka di lingkungan mereka terdapat pabrik ekstasi. Selama ini, mereka mengira tempat itu hanya sarang burung walet.
Kini, setelah para petugas dari Mabes Polri datang menggerebek, Jumat pekan lalu, warga baru mengetahui bahwa rumah itu adalah pabrik obat laknat: ekstasi. Kini, penduduk hendak membakar rumah tersebut.
Tanah seluas 3,5 hektare itu terletak di pinggir kampung --sekitar 5 kilometer dari Jalan Raya Jasinga. Di sebelah utara rumah tersebut adalah kebun manggis, durian, dan buah-buahan lainnya. Rumah dan tanah tersebut sejak 1998 dibeli oleh seorang pengusaha dari pemilik sebelumnya, Hj. Yayah.
Sejak dua tahun lalu, pemilik lahan tersebut mulai membuat bangunan mirip sarang walet. Selama ini rumah dan tanah tersebut dijaga oleh Iyok Satria, warga desa Sipak. Ia selalu pulang jika pemilik tanah datang dari Jakarta.
Menurut Bu Iyah, tetangga sebelah rumah tersebut, setiap malam sering ada mobil boks memasuki rumah. Keterangan diperkuat oleh Roky, tukang ojek setempat. Ia sering memergoki mobil boks futura keluar masuk sekitar pukul 21.00 hingga pukul 24.00 WIB. "Saya sering mendatangi rumah tersebut untuk membeli durian. Tempat yang dipakai membuat ekstasi saya kira sarang walet," kata Roky.
Pintu gerbang lokasi rumah itu bertulisan H. Gandhi AM, keluarga besar perguruan Al-Hikmah. Tulisan itu diduga untuk mengelabui warga setempat. Menurut warga, di tempat tersebut tidak pernah ada kegiatan apapun. Gerbangnya selalu tertutup rapat. Tempo melihat, empat polisi hingga hari ini masih menjaga lokasi tersebut.
Deffan Purnama
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|