|
Depok
Partai Demokrat Melaju Tanpa Koalisi
Minggu, 17 April 2005 | 13:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Demokrat Cabang Depok memastikan diri akan mengusung pasangan calon wali kota dan wakilnya tanpa embel-embel koalisi dengan partai lain. "Kami tidak akan koalisi dengan partai lain. Perolehan suara kami pada pemilu legislatif lalu memenuhi syarat untuk mengusung calon wali kota dan wakilnya," kata wakil ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Iskandar Mukrie, kepada Tempo, Minggu (17/4).
Sebelumnya, Partai Demokrat bergabung dengan Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Damai Sejahtera (PDS) dalam Koalisi Kebersamaan. Koalisi ini mengusung mantan wali kota Depok Badrul Kamal sebagai calon Wali Kota Depok periode 2005-2010. Namun, pada 7 April lalu, partai tersebut menarik diri karena menilai Badrul tidak mampu memenuhi komitmen, diantaranya memasang kader Demokrat sebagai wakil wali kota.
Iskandar optimis, tanpa koalisi partainya bisa bersaing dengan partai lain. "Saya harap, pamor Susilo Bambang Yudhoyono juga menjadi nilai tambah Partai Demokrat pada pemilihan kepala daerah nanti," kata dia.
Di lain kesempatan, Wakil ketua bidang publikasi Benny Gerungan, menambahkan, pihaknya kini sedang menyeleksi lima pasang calon yang mendaftar hingga tanggal 15 April kemarin.
Kelima pasangan, yang melamar sebagai wali kota dan wakilnya, adalah pejabat dinas kebudayaan DKI Jakarta Idris Mansyur dengan pengusaha A.T. Purnomo, kader Partai Demokrat dan pengusaha Ilham Wijaya dengan mantan birokrat yang juga pengusaha Abdi Wahab Abidin, purnawirawan Angkatan Darat Letnan Kolonel Adi Kristiyono dengan kader Partai Demokrat Bambang Eko, pengusaha Yulianto dengan birokrat di Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Depok Gagah S., dan kader Partai Demokrat yang juga wakil katua DPRD Depok Agung Wicaksono dengan kader Partai Amanat Nasional Hasbullah Rachmat.
Selain lima pasangan tersebut, menurut Benny, pihaknya telah menolak dua orang pendaftar yakni mantan birokrat Masyursyah Abdullah dan tokoh masyarakat Syamsuddin. "Pendaftaran ditutup tanggal 15/4 pukul 24.00. Mereka terlambat mendaftar, terpaksa kami tolak," kata Benny.
Partai Demokrat Kota Depok akan melaksanakan konvensi ke lima pasang calon tersebut pada 19 April mendatang. Seleksi bakal calon itu itu diberinama Konvensi II karena sebelumnya Partai Demokrat telah melaksanakan konvensi pada 26 Maret lalu terhadap sepuluh bakal calon. Konvensi itu menghasilkan putusan Partai Demokrat mengusung Badrul sebagai calon wali kota.
Berbeda dengan Konvensi I, menurut Benny, pimpinan partai tingkat kecamatan dan kelurahan Partai Demokrat di Kota Depok akan ikut menilai pada konvensi II nanti. Sebelumnya, pimpinan cabang dan kelurahan tidak dilibatkan dalam konvensi. "Tim sembilan, yang merupakan gabungan dari DPP, DPD, dan DPC, hanya bertindak sebagai wasit," kata Benny.
Benny berharap, pada konvensi II nanti, para elit politik Partai Demokrat bisa lebih berkoordinasi dengan anak cabang (kecamatan) dan ranting (kelurahan). "Jangan mengulangi kesalahan yang sama," ujar Benny.
Dana konvensi II, kata Benny, akn ditangung oleh seluruh kadidat secara kolektif. "Dana untuk konvensi I kemarin berasal dari Badrul," ujar Benny menambahkan.
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|