|
Bekasi
Jalur Tol Jakarta-Cikampek Akan dibebaskan dari Kendaraan Umum
Sabtu, 23 April 2005 | 16:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seluruh arus lalu lintas kendaraan jalan tol Jakarta-Cikampek akan dibebaskan dari hilir mudik kendaraan umum ketika delegasi Konferensi Asia Afrika melewati jalan tol itu. Rencananya, rombongan delegasi KAA bakal berangkat ke Bandung, Sabtu (23/4) malam nanti. Kepala Bagian Operasional Markas Kepolisian Resort Metropolitan Bekasi, Komisaris Polisi Sucipto, mengatakan hal itu kepada wartawan, Sabtu (23/4).
Pihaknya menginformasikan kepada para pengguna jalan agar tidak terkejut ketika tiba-tiba perjalanannya terganggu. "Waktu delegasi melintas, kendaraan yang lewat di jembatan dan sekitar tol, akan dihentikan," kata dia.
Penghentian di jembatan-jembatan tol itu dimaksudkan untuk menghindari gangguan berupa pelemparan benda-benda ke arah rombongan yang melintas. Sebab, aksi itu dapat menurunkan citra. "Kita antisipasi. Sebab yang lewat itu kan orang nomor satu dan perwakilan negara lain, kalau ada lempar batu, kan kita makin jelek citranya," kata dia.
Selanjutnya, Sucipto menuturkan, sebagian besar delegasi yang akan mengikuti perhelatan KAA di Bandung sebelumnya dijadwalkan akan melewati lalu lintas udara. Namun, informasi terakhir yang diterima Mapolres Metropolitan Bekasi, seluruh delegasi akan melewati jalan darat atau jalan tol Jakarta-Cikampek.
Meski tidak disebutkan waktunya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono direncanakan juga akan melintas pada Sabtu malam. Karena itu, pengamanan yang dilakukan petugas kepolisian ditingkatkan. "Kita tidak ingin terjadi sesuatu, terus mengenai penghentian, setelah delegasi melintas 100 meter, arus kendaraan kita normalkan lagi," ujarnya.
Saat ini sudah dipersiapkan sebanyak 119 personel kepolisian khusus untuk mengamankan 14 titik. Titik-titik yang memiliki tingkat kerawanan itu yakni, Jembatan Kodam (Jatiwaringin), Jembatan Curug (Pondogede), Gerbang tol Jatibening, Jembatan Jatibening, Jembatan Cikunir, Jembatan Mas Naga, Galaxi.
Selain itu juga Jembatan Haji Santun, Jembatan Pangkalan Bambu, Jembatan Poncol, Jembatan Rumah Sakit Mitra, Jembatan Tol Timur. "Kita tempatkan personel-personel khusus untuk mengamankan setiap jembatan yang rawan itu. Terutama titik-titik penyeberangan jalan tol," Sucipto menjelaskan.
siswanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|