Trantib Pukul Hansip

Senin, 25 April 2005 | 18:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembongkaran tembok yang menjadi sengketa di Jalan Kelapa Lilin Timur Kelurahan Pegangsaan Dua Kelapa Gading diwarnai kasus kekerasan. Kali ini Kepala Suku Dinas Trantib Jakarta Utara, Tonni Budiono memukul salah seorang hansip di tempat itu, kemarin.

Pembongkaran tembok sepanjang 20 meter itu dilakukan oleh pengembang Gading Grande dengan alat berat bekhoe dan diamankan oleh sekitar 400 orang anggota trantib Jakarta Utara.

Kejadian bermula ketika seorang anggota Hansip bernama Joni menanyakan surat pembongkaran kepada Kepala Suku dinas Trantib Tonni Budiono. Tak disangka pertanyaan itu membuat Tonni berang. Tonni langsung melayangkan tangannya ke muka Joni. Pukulan itu mengenai rahang kanan atas Joni. "Saya kena pukul disini,"kata Joni menunjukkan wajahnya yang terpukul.

Saat dikonfirmasi masalah pemukulan itu, Tonni mengatakan urusan itu menjadi urusan polisi. Ia mempersilahkan Joni melaporkan kasus ini kepada polisi jika memang tak terima dengan tindakan yang dilakukannya itu. "Silahka saja, saya itu cuma omelin dia, istilahnya menerangkan tugas saya. Saya ini yang seharusnyya membina linmas. Dia itu bukan linmas," kata Tonni.

Menurut Tonni, dia beserta anak buahnya diberi tugas mengamankan pembuatan jembatan yang menembus tembok yang menuju kawasan Gading Grande itu. Surat tugas untuk pengamanan pembuatan jembatan itu, kata Tonni, ditandatangani Walikota Jakarta Utara Effendy Anas awal Maret lalu. "Tugas saya mengamankan pembuatan jembatan itu sampai selesai. Tembok itu harus dibongkar sesuai ketentuan perda," ujarnya.

Sejumlah warga hanya berdiri menyaksikan pembongkaran tembok itu. Mereka hanya berdiri tak berdaya melihat tembok pengaman itu dihancurkan alat berat itu. Salah satu warga, Sudirman, mempertanyakan surat pembongkaran itu. Tembok tersebut kini masih menjadi sengketa antara warga dan PT Subur Brothers. Ketua RW 12, Affendi Musa bahkan digugat Rp 550 juta oleh pengembang. Proses di peradiln pun masih berlangsung. Sengketa ini sudah berlangsung sejak 2003 lalu. l dian yuliastuti






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: