Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Tol Pondok Pinang–Ulujami Tertunda, Jasa Marga Merugi
Selasa, 26 April 2005 | 17:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tertundanya pengoperasian fly over (jalan layang) yang menghubungkan Pondok Pinang–Ulujami menimbulkan kerugian bagi PT Jasa Marga. Pasalnya dana sebesar Rp 22 juta per hari seharusnya bisa segera diperoleh PT Jasa Marga dari tarif tol bila fly over tersebut dibuka.

Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Hengki Herwanto dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (26/4). Selain tertundanya pendapatan dari tarif, Jasa Marga juga harus menanggung klaim dari kontraktor yang membengkak dari Rp 60 miliar menjadi Rp 90 miliar.

Jalan layang Pondok Pinang–Ulujami yang merupakan bagian dari Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) sebenarnya telah diselesaikan 18 April lalu. Namun karena tiga orang ahli waris yang tanahnya dibebaskan untuk proyek ini belum memiliki kesepakatan mengenai pembagian ganti rugi, maka Jasa Marga memutuskan menunda pengoperasiannya.

Ketiga ahli waris anak-anak dari Alm. Dumatiar Sitompul memiliki tanah seluas 9.000 meter persegi di atas Jalan Veteran. Seluruh tanah tersebut dibebaskan oleh pemerintah dan digunakan untuk jalan layang Pondok Pinang–Ulujami seluas 4.000 meter persegi. Selebihnya direncanakan untuk pembangunan jalan arteri.

Jasa Marga, menurut Hengki, telah menyiapkan dana untuk membayar pembebasan tanah tersebut. Pembayaran yang disepakati dengan ahli waris sebesar Rp 2,4 juta per meter perseginya.

Selain belum adanya kesepakatan ahli waris, jalan layang ini juga belum dioperasikan mengingat belum adanya Surat Keputusan (SK) Menteri Pekerjaan Umum mengenai berapa tarif tol di jalur itu.

Bila Tol Pondok Pinang–Ulujami ini dioperasikan, maka pemakai jalan tol dari Serpong atau Bintaro yang akan ke arah Tol Jagorawi tidak perlu lagi keluar dari jalan tol di persimpangan Jalan Veteran.

Khairunnisa

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pembangunan jalan tol yang terbengkalai di Kampung Rambutan, Jakarta, 2001 [Koran TEMPO/ Bodi CH; K1A/207/2001; 20010503]. Suasana aksi protes pijar membebaskan jalan tol dengan poster bertuliskan  bayar tol sama dengan memperkaya cendana, bis ppd di jl. Gatot Subroto, Jakarta [Bodi Chandra/ DR; 2000/05/22].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jalur Tol Jakarta-Cikampek Akan dibebaskan dari Kendaraan Umum
Bandung-Jakarta Cuma 1,5 Jam
Pelebaran Tol Cikampek Ruas Bekasi Timur-Cibitung Selesai
Adhi Karya Keluarkan Right Issue Danai Pembangunan Jalan Tol
Target Ulang Penyelesaian Tol Cipularang 15 April
Pejabat Departemen Diusir Pemilik Lahan JORR
Uji Coba Tol Cipularang Kemungkinan Gagal
Pengoperasian JORR Ulujami-Veteran Mundur
DPRD Desak Walikota Segera Buat SK Baru
Jasa Marga Biarkan Warga Bangun Rumah di Ruas Tol
> selengkapnya...


Referensi

UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan

Website

PT Jasa Marga


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data