close

1000-an Pekerja PT Katexindp Mogok

Jum'at, 13 Mei 2005 | 17:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lebih dari 1000 pekerja PT Katexindo Citra Mandiri yang tergabung dalam Front Nasional Pekerja Buruh Indonesia (FNBI), PT Katexindo Citra Mandiri yang berada di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung Jakarta Utara menggelar aksi mogok kerja. Mereka menuntut dihapuskannya sistem perlombaan dalam pencapaian target produksi. PT Katexindo Citra Mandiri adalah perusahaan garmen yang memproduksi beberapa merk terkenal seperti Polo dan GAP.

Menurut Jumidhi, Ketua FNBI, target produksi yang dibebankan kepada pekerja melebihi kapasitas. "Targetnya bisa mencapai 85 pasang perjam," katanya kepada wartawan disela-sela aksi demonstrasi di Jakarta, Jumat (13/5).

Jumidhi menambahakan, target produksi selalu mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Tahun lalu, kata dia, target produksi hanya 60 pasang per jam per orang. Selain itu, dia menilai Serikat Pekerja PT Katexindo tidak bisa bekerja secara optimal.

Hal senada dikatakan beberapa orang pekerja yang ditemui Tempo. Seperti Dannia, yang mengaku telah bekerja dibagian penjahitan sejak tahun 1996, ia hanya mampu menghasilkan 60 pasang per jam kalau jadi 80, "Ketoiletpun saya tidak bisa," kata Dannia kepada Tempo.

Berdasarkan pantauan Tempo, para pekerja yang seluruhnya adalah wanita menggelar aksi dengan mengenakan kaos merah. Mereka memblokir pintu masuk perusahaan yang ditutup rapat oleh pihak keamanan. Aksi ini dibagi menjadi 2 kelompok utama, yaitu di depan pintu perusahaan dan di Jl. Jawa Raya sebagai jalan utama menuju perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan enggan memberiksan komentar terhadap aksi ini. Bahkan manajer personalia, Ike Parera hanya berada di pintu lobby sambil melambaikan tangan. Aksi spontan mendapat teriakan dari para pekerja.

ewo raswa

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan