Dililit Utang, Kepala Stasiun Gantung Diri
Kamis, 19 Mei 2005 | 18:46 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor:Kepala Stasiun Kereta Pabuaran, Cibinong, Bogor, Sudarisman (51 tahun), ditemukan gantung diri di ruang kerjanya. Jenasah Sudarisman ditemukan tergantung dekat meja kerjanya oleh Sujono, Kamis (19/5) pukul 05.30 WIB.
Menurut keterangan di Polsek Cibinong, sehari sebelumnya Sudarisman, warga Kelurahan Pedurenan RT 05/07, Cibinong, sempat menanyakan kepada istrinya apakah memiliki uang untuk anak sulungnya melanjutkan kuliah.
Istrinya, Saiyah (49 tahun), malah engatakan, "Jangankan uang, utang sebesar Rp 800 ribu ke rentenir saja sudah membengkak menjadi Rp 4 juta." Mendengar utang sebesar itu, Sudarisman jadi termenung. Ia lalu masuk kamar.
Keesokan harinya Sudarisman minta izin ke istrinya untuk berangkat bekerja, namun Rabu malam ternyata ia tidak pulang. Padahal, setiap hari Sudarisman selalu pulang.
Ternyata, Kamis pagi Sudarisman ditemukan tergantung di ruang kerjanya. "Saya tidak menyangka Pak Sudarisman yang pendiam mati dengan cara gantung diri," ujar Sujono sedih ketika ditemui di RSU PMI.
Sujono menceritakan Sudarisman bekerja di PT Kereta Api Indonesia (KAI) sejak tahun 1974. Karena termasuk orang yang rajin ia sudah ditunjuk menjadi kepala stasiun di beberapa tempat, bahkan bulan Juni mendatang ia dipromosikan menjadi Kepala Stasiun Klender, Jakarta Timur.
Menurut keterangan Kapolsek Cibinong, Ajun Komisaris Iqbal Irsyad, istri korban menceritakan keluarga mereka telah meminjam uang kepada tiga rentenir. Dari salah satu rentenir bernama Asep, mereka berutang sebesar Rp 800 ribu sejak 14 bulan lalu dan kini membengkak menjadi Rp 4 juta. Kemungkinan hal itulah yang membuat korban stres. "Ini murni bunuh diri," tutur Iqbal.
deffan purnama





