Industri di Bekasi Bangun Sekolah Rusak

Jum'at, 20 Mei 2005 | 17:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Banyaknya sekolah rusak dan belum terbangun membuat Pemerintah Kabupaten Bekasi dan kawasan industri bahu-membahu memperbaikinya.Jumat (20/5) Bupati Bekasi M. Saleh Manaf dan Presiden Direktur PT. Lippo Cikarang Tbk. Yuke Susiliputro meresmikan pembangunan gedung SD Negeri Cibarusah Jaya 01, Jalan Cendrawasih, Cibarusah.

Menurut Saleh, pogram bantuan pendidikan yang diberikan oleh pihak pengusaha merupakan program Bapak Angkat agar pihak pengusaha turut berpartisipasi dalam pembangunan generasi bangsa. Sampai saat ini sebanyak 271 pengusaha di Kabupaten Bekasi turut serta dalam program Bapak Angkat. Dia berharap, kepedulian industriawan seperti Lippo Cikarang terhadap dunia pendidikan terus ditingkatkan. "Dapat menjadi kebanggaan dan teladan bersama," kata Saleh.

Pembangunan fisik gedung senilai Rp. 250 juta ini meliputi tiga lokal kelas, yaitu kelas 1, 2 dan 3, ruang kepala sekolah dan kantor guru serta 2 kamar mandi. Total pendanaan yang dikeluarkan oleh Manajemen Lippo Cikarang untuk pembangunan local kelas dan mebelernya ini sekitar Rp.300 juta.

Lippo Cikarang menentukan SD tersebut, karena jumlah siswanya amat banyak, sekitar 360 siswa, sementara ruang kelasnya amat sedikit. "Mereka belajar sampai bergantian," kata Yuke. Kepala Sekolah SDN Cibarusah Jaya 01, Ajat Mutaqhin, menguraikan dengan jumlah sebanyak itu, pihaknya hanya memiliki enam lokal kelas mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.

Untuk kelas 1 hingga kelas 3 murid dibagi dalam dua rombongan waktu belajar. "Ada yang belajar pada pagi dan rombongan murid yang belajar pada siang hari," kata Ajat. Sedangkan kelas 4 hingga kelas 6 proses belajar mengajar dilaksanakan pada pagi hari. "Kami senang bisa belajar seperti teman-teman di kota besar," salah seorang murid, Febi.

Siswanto-Tempo






Komentar Anda

Kirim