Wartawan Antara Diteror Lewat Telepon

Sabtu, 28 Mei 2005 | 18:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, Heri, yang bertugas meliput di Bekasi, mengadukan kasus aksi teror pembunuhan terhadap dirinya ke Markas Polres Metro Bekasi, hari ini (28/5). Meski, ancaman secara fisik belum terbukti, dia tetap meminta perlindungan keamanan dari aparat polisi.

Heri menceritakan, sejak Jumat (27/5) malam, dia mendapat ancaman melalui telepon rumah. Ancaman yang diterimanya mulai pukul 21.30 WIB hingga 02.00 WIB. "Suaranya laki-laki, dia mengungkit-ungkit masalah berita saya. Dia bilang, akan mecahin kepala saya, berkali-kali dengan kasar," kata dia.

Tapi, dalam si peneror tidak menjelaskan kesalahan berita yang mana dan kapan. "Dia bilang, saya tidak perlu tahu berita mana, tapi, saya akan ditunggu di depan perumahan kalau masih menulis," kata Heri.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Heri dan sekitar lokasi rumah Heri di Komplek Antara, Jatimakmur, polisi belum menemukan titik terang dan motif aksi teror itu.

Sementara itu, kantor Antara di Jakarta, yang juga mendapat pengaduan dari Heri, telah mempelajari tulisan Heri beberapa pekan belakangan ini untuk mencari berita yang berpotensi menuai ancaman kekerasan dari pihak lain. Tapi, hasilnya, "Tidak ada yang berpontensi kekerasan," kata Heri.

Siswanto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: