close

Kubu Badrul Kamal Elak Langgar Aturan Kampanye

Kamis, 02 Juni 2005 | 14:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kubu Badrul Kamal mengelak telah melakukan kampanye terselubung dengan cara memasang iklan di koran lokal Monitor Depok serta menyebarkan kalender bergambar Badrul. "Tindakan itu merugikan kami karena akan dianggap melanggar jadwal kampanye. Kami tidak pernah melakukannya," kata juru bicara Badrul Kamal, Mohamad Hassan kepada Tempodi Depok, Kamis (2/6).

Tanggal 31 Juni, dipojok kanan atas halaman depan Monitor Depok ada iklan berukuran 5X8 centimeter dengan latar kuning hijau, warna media center Badrul Kamal dan Syihabudin Ahmad. Dalam iklan itu dimuat kedua foto dan namanya. Dan di bawahnya bertuliskan "coblos No.3". Nomor 3 adalah nomor urut pasangan Badrul-Shiyab pada pemilihan kepala daerah pada 26 Juni. Lalu pada 1 Juni kemarin beredar dua jenis kalender dengan logo dan tulisan Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Depok yang memuat foto-foto Badrul sedang mengikuti pemilihan legislatif.

Hassan menambahkan, sebelumnya Badrul juga disorot negatif saat menghadiri gerak jalan yang mengakibatkan 10 PNS diduga tidak netral oleh panitia pengawas. "Semua itu mengindikasikan adanya gerakan sistematis untuk membunuh karakter Badrul," kata Hassan.

Hassan menyatakan telah meminta klarifikasi kepada Monitor Depok mengenai identitas pemasang iklan. "Tapi hingga kini tidak ada jawaban. Nanti sore saya akan menghadap pemimpin redaksinya untuk menyelesaikan dan membersihkan nama kami," katanya yang menyatakan juga telah menemui KPUD perihal kalender. Hassan menyatakan, KPUD mengaku tidak tahu menahu soal penyebaran kalender namun berjanji akan segera menarik dari kecamatan dan kelurahan.

suliyanti

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan