RS Cikini Kembali Rawat Dua Pasien Busung Lapar
Sabtu, 25 Juni 2005 | 12:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Hari ini (25/6) Rumah Sakit Cikini, Jakarta Pusat, kembali menerima pasien yang diduga menderita busung lapar asal Mataram, Nusa Tenggara Barat, bernama Rani (8 tahun) dan Reni (3 tahun). Mereka dibawa oleh Ketua Lembaga Bantuan Kesehatan Iskandar Sitorus, sekitar pukul 10.30 WIB.
“Kami bawa mereka ke sini, diharapkan bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik dari pada di Mataram,” kata Iskandar kepada wartawan.
Saat mereka tiba di Rumah Sakit Cikini, beberapa orang perawat langsung membawa kedua anak itu untuk diperiksa di ruang perawatan anak. Iskandar mengungkapkan bahwa kondisi fisik kedua anak itu sangat memprihatinkan. Berat badan Rani hanya enam kilogram. Sementara adiknya, Reni, hanya lima kilogram. Lingkar pergelangan tangannya hanya berkisar antara 1,5 sampai 2 sentimeter.
"Badannya kurus, kering sekali. Dia tidak bisa berdiri dengan baik, hanya bisa duduk saja. Itupun kadang-kadang harus merebahkan dirinya,” ujarnya.
Sebelumnya, rumah sakit ini sudah menerima empat orang pasien dengan kasus yang sama, masing-masing Roberto Siagian (2 tahun), Kariasi (13 bulan), Ilan (19 bulan), Ari Firmansyah (18 bulan).
Juru bicara Rumah Sakit Cikini Rosiana berjanji tidak akan memungut biaya dalam kasus busung lapar ini. “Atas seizin Dinas Kesehatan (DKI Jakarta), maka seluruh pasien yang menderita gisi buruk atau busung lapar, tidak kami pungut biaya. Mereka sudah dianggap sebagai keluarga miskin," katanya.
Raden Rachmadi





