Mahasiswa UI Dilaporkan ke Polres Depok

Senin, 04 Juli 2005 | 18:08 WIB

TEMPO Interaktif, Depok:Pemimpin Redaksi Harian Monitor Depok Sunyoto bersama bagian hukum dari Jaringan Bisnis Indonesia resmi melaporkan Front Aksi Mahasiswa Universitas Indonesia (FAM UI) ke Kepolisian Resort (Polres) Kota Depok.

"Kami menggunakan pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perusakan terhadap kantor Monde dan pasal 363 KUHP tentang pencurian karena mereka menghilangkan file kamera yang sempat mereka rampas dengan paksa," kata Jesse Heber SH, saat mendampingi Sunyoto melapor ke Polres Depok, Senin (4/7).

Sunyoto menjelaskan, pada hari Rabu (29/6) sekitar pukul 18.00 WIB puluhan massa mendatangi kantor harian Monitor Depok (Monde) di Jalan Margonda Raya 345B menggunakan bus Kopaja 615 jurusan Lebak Bulus-Slipi bernomor polisi B 7113 DG. Massa yang mengaku berasal dari FAM UI itu melakukan orasi, berteriak-teriak, dan memaksa ingin bertemu dengan Karim Abdullah Siregar yang mereka tuduh telah menuliskan berita yang menyudutkan FAM UI.

Selain itu, para mahasiswa juga melakukan tindakan anarkis dengan melakukan perusakan terhadap barang inventaris Monde seperti melempar helm dan kursi, serta merusak beberapa dokumen Monde. Mereka juga merampas kamera yang digunakan wartawan Monde Dadan M. Ramdan yang mendokumentasikan peristiwa itu dan mengembalikan sehari kemudian dengan memori yang sudah bersih. Sunyoto sendiri mendapat tendangan diperutnya dan Dadan menerima tamparan. Ketegangan mereda setelah aparatur Polsek Beji yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Beji Ajun Komisaris Sukanda datang ke lokasi kejadian.

Sebelumnya (2/7), Koordinator FAM UI, Zara Dian Utari, mengatakan, semula kedatangan mereka hanya ingin mengklarifikasi berita Monde (25 Juni) yang menulis FAM UI membayar tukang becak sebesar Rp 25 ribu untuk mengikuti aksi mereka ke KPUD Depok, Jumat (24/6).

Zara mengakui teman-temannya emosi dan melakukan beberapa hal yang tidak dapat dia kendalikan. Zara menyatakan siap jika Monde mengambil jalur hukum walau sebenarnya lebih memilih jalur damai.

Suliyanti Pakpahan






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: