Polusi Udara Jakarta Terburuk ke Tiga di Dunia

Senin, 25 Juli 2005 | 14:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengungkapkan, kualitas udara kota Jakarta saat ini berada pada urutan ke tiga terburuk di dunia, setelah Meksiko dan Panama. Komponen terbesar yang menyumbangkan polusi udara adalah asap kendaraan bermotor.

“Asap kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua menyumbangkan 80 persen polusi di Jakarta, sedangkan 20 persen sisanya berasal dari industri,” kata dia di sela acara pencanangan pendidikan berkelanjutan yang berbasis lingkungan, Senin (25/7).

Saat ini Pemda Jakarta berusaha melakukan advokasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungannya. Ia mengimbau agar masyarakat mau mulai menghijaukan Jakarta berawal dari halaman rumahnya. Yudha Setiawan

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [7] :

  • Coment

    Semoga saja polusinya mulai berkurang, agar bia hidup dengan nyaman dan sehat!!!!!!!!!!

  • Ancur

    ., jakarta tuu ancurr bgdd ,
    ., hhufft *
    ., gokill bicaa tinggal dii ibu kota kyaa gnii .
    ., ahaa *

  • <<>>

    hah,, jangan sampe dweh,, jakarta jadi kota maut,, apalagi salah satunya gara-gara polusi udara..

    huh.. apa kata dunia bila,, ibukota indonesia yang tercinta menjadi.. sumber kematian.. polusi udara..

    sebenarnya.. yang harus turut tegas atau partisipasi dalam hal ini,, bukanlah.. pemerintah saja.. melainkan manusia-manusia jakarta yang harus sadar terhadap masalah demikian,,,....

    dan kepada pemerintah.. jika melaksanakan tugas jangan hanya setengah-setengah...

  • Artikel

    No CommmmmEEEeeeent

  • Topik yang pantas diacungi jempol

    coba dech bikin kota pusat kita yang lebih bagus dan pantas untuk dilihat, katanya kota ibukota tercinta kok malah jadi ibukota yang memiliki polusi udara yang pantas dapat gelar acungan jempol..........sadar dong para penduduknya jangan hanya mau bertempat tinggal dan petentang petenteng.

1 2
Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan