Cara Operasi Polsek Pasar Minggu Agar Tak Bocor

Jum'at, 12 Agustus 2005 | 19:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi Sektor Pasar Minggu sore tadi melakukan operasi preman di sekitar terminal dan kawasan pasar minggu. Sebelum melakukan operasi Kapolsek memerintahkan anggotanya untuk mengumpulkan telepon genggam milik mereka. Tujuannya agar operasi tidak bocor.

Dalam operasinya, polisi hanya memeriksa orang-orang yang dianggap berpotensi menimbulkan masalah. "Kami hanya akan melakukan pengecekan identitas ke orang yang berpotensi menimbulkan masalah saja,"ujar Kapolsek Pasar Minggu, Komisaris Suyudi Ario Seto, Jumat (12/8).

Operasi Polisi Sektor Pasar Minggu itu menurunkan 39 personil, terdiri dari 27 anggota polisi dan 12 orang berasal dari satuan polisi pamong praja. Sebelumnya mereka diberi arahan oleh Kapolsek sekitar satu jam. Setelah itu petugas yang dibagi menjadi tiga tim, mulai bergerak memasuki pasar sekitar pukul 16.45.

Operasi dipimpin langsung oleh Kapolsek, begitu memasuki pasar petugas mulai memeriksa setiap orang yang dicurigai. Dari orang yang berkumpul hanya untuk minum kopi hingga petugas wartel, bahkan ada orang yang diperiksa hingga dua kali. Di pasar bagian atas, polisi menyita empat krat minuman keras jenis intisari yang beralkohol di atas 40 persen.

Setelah itu, polisi melaukan penggeledahan di setiap bagian pasar, mulai dari tumpukan kardus mie instant hingga bagian atas warung. Di lokasi itu polisi mengamankan beberapa orang yang kedapatan tidak memiliki kartu tanda pengenal dan pemegang kartu identitas merah putih (warga Aceh). Mereka kemudian digiring oleh beberapa petugas ke Polsek yang letaknya tidak berjauhan.

Lalu operasi berpindah lokasi ke terminal Pasar Minggu, namun karena hari sudah sore tampak hanya beberapa orang saja yang sedang menunggu bus. Pemeriksaan berlanjut kebagian samping terminal, tepatnya di los D Pasar Minggu. Ternyata disudut los ini terdapat empat orang yang sedang melakukan judi mahyong.

Polisi mengumpulkan barang bukti berupa mayong, catatan rekap pemenang dan uang yang disimpan di dompet salah satu pemain. Keempat orang tersebut dibawa ke kantor dengan tangan diborgol. Polisi bergerak ke daerah pemukiman penduduk di gang buntu atas informasi masyarakat. Di tempat ini polisi memeriksa satu rumah kontrakan yang dihuni oleh beberapa keluarga.

Di tempat itu, polisi hanya melakukan pemeriksaan identitas dan memeriksa kamar-kamar yang ada. Setelah melakukan pemeriksaan di lokasi ini polisi kembali ke kantor untuk melakukan pendataan bagi mereka yang dicurigai berpotensi melakukan tindak kejahatan.

Hasil dari operasi ini, polisi berhasil menangkap 17 orang yang terdiri dari empat orang penjudi, satu orang pemabuk, dan sisanya karena tidak memiliki identitas lengkap. "Kami akan melakukan pendataan dul bagi mereka yang tidak ada identitasnya. Sedangkan yang judi tetap diproses,"kata Suyudi.

Yudha Setiawan






Komentar Anda

Kirim