Ribuan Polisi Jaga Ratusan Orang Antikenaikan Harga BBM
Selasa, 04 Oktober 2005 | 17:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ratusan orang dari Forum Gerakan Pemuda Kerakyatan (GPK) unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak di depan Gedung MPR/DPR, Selasa (4/10). Mereka menuntut pembentukan kabinet baru.
Koordinator massa, Munatsir, menyatakan bahwa kenaikan harga BBM hampir 100 persen benar-benar merugikan rakyat. "Kabinet ini antek IMF, kenaikan BBM adalah pesanan IMF. Kami menuntut semua menteri diganti, jika tidak SBY dan JK (Yudhoyono dan Kalla)harus turun," ujar Munatsir.
Massa kemudian meneriakkan yel-yel menuding Yudhoyono-Kalla ?antirakyat?. Aksi dimulai pada pukul 10.00 WIB, dan berakhir enam jam kemudian. Massa dibagi di dua tempat, yakni pintu depan dan pintu belakang komplek gedung MPR/DPR.
Untuk menjaga aksi ini, 1250 personel polisi diturunkan. Kapolda Metro Jaya Irjen Firman Gani pun tampak hadir di tengah pasukannya. "Kami akan tetap berada di sini, hingga kondisi dipastikan aman," ujar Komisaris Besar Polisi Jonny Rotua Hutajulu, Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya.
Menurut Hutajulu, 1.250 personil yang diturunkan terdiri dari 800 Brimob Kelapa Dua, 100 Polwan, dan sisanya Polda dan Polres Bekasi. Jonny memperkirakan massa berjumlah 500 orang. Rengga Damayanti





