Harga Minyak Tanah di Bekasi Rp 3.000
Rabu, 05 Oktober 2005 | 14:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga eceran minyak tanah di pangkalan minyak tanah di Kota Bekasi berbeda-beda. Bahkan, melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Dewan Pimpinan Cabang Purwakarta Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanda Migas). Pemerintah Kota Bekasi belum mematok HET.
Di sejumlah tempat di Kota Bekasi, dampak dari kenaikan bahan bakar minyak ini ibaratnya gelombang yang terus menggempur masyarakat kelas bawah. Masyarakat mengeluhkan tidak menentunya harga eceran minyak tanah yang terus mengalami perubahan. Sedangkan pedagang minyak memainkan harga terus.
Di Pangkalan Minyak Tanah Opin di Kampung Udik Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang. Di pangkalan ini menjual harga eceran per liter Rp 3.000 sejak Sabtu (1/10). Padahal dalam toleransi Hiswanda Migas hanya menetapkan HET di Kota Bekasi Rp 2.350 dan Kabupaten Bekasi Rp 2.375 sejak 1 Oktober lalu. Menurut Ketua Rt 1/1 Kampung Ciketing Udik, Jamin sebelum mengalami kenaikan harga pangkalan minyak itu menjual Rp 1.000 perliter atau lebih tinggi dari HET Wali Kota Bekasi Rp. 912 per liter. "Disini ecerannya Rp 3.000 mas, pas hari minggu kemaren, sempet tidak ada minyak disini,"kata Jamin.
Siswanto





