Elpiji Langka dan Naik di Depok
Kamis, 06 Oktober 2005 | 16:06 WIB
TEMPO Interaktif, Depok:Sejumlah toko yang menjual elpiji di Depok mengeluh kesulitan mendapatkan elpiji dari agen. "Sekarang harus pesan jauh-jauh hari untuk bisa dapat,"kata Erik, pemilik toko elpiji di Kecamatan Beji. Padahal biasanya, hanya dengan menelpon saja, dirinya sudah bias mendapatkan pasokan elpiji sesuai dengan pesanannya.
Sejak kenaikan harga BBM, Erik biasanya mendapat pasokan 200 tabung elpiji setiap hari. "Tapi sejak BBM naik, harus ngejar barang di agen, dua hari ngejar cuma dapat 60 tabung,"ujarnya.
Senada dengan Erik, Lukman, pemilik toko yang menjual elpiji di Kecamatan Pancoran Mas mengaku kesulitan mendapatkan pasokan. "“Barangnya (elpiji) sedang sulit,"ujarnya. Oleh karenanya, Lukman menaikkan harga elpiji menjadi Rp 60 ribu per tabung ukuran 12 kilogram dari harga sebelumnya, yaitu Rp 55 ribu. "Sekarang ambil sendiri, lagipula kalau dikirim, ongkosnya mahal,"ujarnya.
Nita, warga Kecamatan Pancoran Mas, menyatakan, seminggu lalu memesan elpiji ukuran 12 kilogram dengan harga Rp 56 ribu, namun sekarang sudah naik menjadi Rp 65 ribu. "ang ngantar bilang, ongkos kirimnya naik karena BBM naik,"ujarnya. Wuri, warga Beji, malah membeli Rp 70 ribu. "Saya nggak tahu kalau elpiji ikut naik, yang saya tahu cuma BBM yang naik,"ujarnya.
Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Depok, Yahman Setiawan, menyatakan, memang agen elpiji di Depok meminta kenaikan ongkos kirim sebesar Rp 500 per tabung, namun ditentang toko-toko penyalur elpiji. "Mereka (toko elpiji) minta dasar kebijakan dari Pertamina atas kenaikan ongkos kirim itu. Mereka minta surat edaran kenaikan ongkos elpiji dari Pertamina," katanya.
Rini Kustiani
Topik :






Komentar Anda :