Anggota Kopassus Ngamuk di Warung Kopi
Selasa, 11 Oktober 2005 | 17:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Kopassus TNI AD, Raka Eko Budi Sutrisno, pada Selasa dini hari pukul 02.30 (11/10), melakukan penganiayaan terhadap Wahyudi (41) di salah satu warung kopi samping Stasiun Jatinegara. Wahyudi dipukul dengan botol Coca Cola ukuran 1 liter sehingga dia terluka di kepala sampai beberapa jahitan.
Menurut Wahyudi, warga Cibesel Cipinang Besar Selatan Jatinegara, waktu itu dia bersama tetangganya Wasno (23), sedang ngopi di warung samping Stasiun Jatinegara. Saat sedang asyik menyeduh kopi tiba-tiba datang Eko yang memakai pakaian preman. Waktu itu Wahyudi mengaku tidak tahu kalau Eko adalah anggota Kopassus TNI AD. "Kamu kenapa lihat-lihat saya?"kata Wahyudi menirukan perkataan Eko waktu itu.
Wahyudi dan Wasno pun segera menjwab tidak ada maksud apa-apap mreka memperhatikan Eko. Tapi menurut Wahyudi, Eko tidak puas dan langsung mendekati Wasno. Wahyudi dan Wasno kaget ketika Eko keluar dari kegelapan membawa botol Coca Cola. Wasno, angsung segera melerai Eko. Tapi karena keburu emosi, Eko malah mengaynkan botol ke arah Wasno, tapi untungnya Wasno bisa mengelak dan melompat menjauh dari Eko. "Sampai saat ini saya belum ngerti kenapa Eko mukul saya?"kata Wahyudi.
Karena tidak berhasil memukul Wasno, Eko kemudian mengayunkan botol kearah Wahyudi yang saat itu dalam posisi duduk dan tengah mengaduk kopi. "Beberapa kali saya kena pukulan botol di kepala,"kata Wahyudi. Dia sempat meminta agar Eko menghentikan kekerasan. Dan berteriak-teriak minta tolong. Tapi karena sudah larut malam, tidak ada warga di sekitar yang memperhatikan.
Wahyudi dengan kepala berlumuran darah berusaha melarikan diri dan mendatangi pos polisi terdekat. Untungnya pos plisi terdekat yaitu Pos Polisi Rawa Bening, ada 2 petugas jaga. mendapat laporan dari Wahyudi, kedua polisi langsung bergegas ke tempat kejadian perkara. Dan menemui Eko yang saat itu masih berada di lokasi kejadian.
Polisi pun segera membawa ketiganya ke Polsek Jatinegara. Karena lukanya parah, wahyudi dilarikan ke RS Budi Asih untuk menjahit luka di kepalanya.
Menurut Kapolsek Jatinegara, Kompol Puspito, tersangka memang anggota Kopassus TNI AD. Kepada polisi ia mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada Wahyudi dan Wasno. "Ia mengaku waktu itu punya masalah pribadi dan khilaf,"ujar Puspito.
Karena yang bersangkutan adlah anggota TNI, maka kasus ini dilimpahkan ke Sub Garnisun Kodim Jakarta Timur untuk diproses lebih lanjut.
Anton Aprianto





