Orang Gila di Jakarta Meningkat
Kamis, 27 Oktober 2005 | 02:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jumlah orang gila di Jakarta belakangan ini mengalami peningkatan. Empat panti laras milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni di Cengkareng, Cipayung, Daan Mogot, dan Bambu Apus, sudah tidak mampu lagi menampungnya.
Kasubdis Rehabilitasi Tuna Susila (RTS) Dinas Bintal Kesos DKI Bambang Sugeng mengatakan jumlah orang gila yang terjaring selama bulan ini meningkat pesat. Biasanya setiap hari terjaring lima hingga enam orang gila, tetapi sekarang bisa mencapai 10 hingga 20 orang.
"Dalam satu bulan berjalan ini (sampai 25/10), jumlah orang gila yang terjaring sebanyak 118 orang. Hari ini saja bertambah 8 orang," jelas Bambang di Jakarta, Rabu (26/10).
Dia mengaku pihaknya kewalahan untuk menampung orang gila di panti, karena kapasitas empat panti yang sudah tidak memadai. Dia mencontohkan, Panti Laras Cengkareng yang memiliki daya tampung maksimal 300 orang, saat ini sudah dihuni lebih dari 500 orang gila.
Bambang tidak bisa memastikan peningkatan orang gila yang terjaring dalam waktu terakhir ini sebagai akibat kenaikan BBM. "Mungkin saja sih, karena BBM naik banyak orang stres," kata dia.
Sementara, Kepala Dinas Bintal dan Kesos DKI Jakarta, A. Sjarief Mustafa, mengatakan daya tampung maksimal empat panti milik Pemprov DKI adalah 850 orang, namun saat ini secara keseluruhan penghuninya sudah lebih dari 1.600 orang.
Syarief membantah peningkatan jumlah orang gila itu sebagai akibat langsung dari kenaikan BBM. "Banyaknya orang-orang daerah saja yang tidak kuat bersaing di Jakarta dan tidak kuat menanggung beban," tukasnya.
Harun Mahbub




Komentar Anda [4] :