Bantuan Untuk Wartawan Tidak Jelas
Jum'at, 28 Oktober 2005 | 04:49 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang:Dana bantuan pers Rp 345 juta yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang 2005 sudah habis disalurkan kepada media massa yang tidak jelas penerbitannya.
Hal itu terungkap dalam dengar pendapat antara Badan Pengelola Kekayaan Daerah (BPKD), Badan Pengawas Daerah, DPRD setempat dan wartawan harian yang mempertanyakan anggaran tersebut, di ruang rapat gabungan DPRD, Kamis (27/10).
Menurut Kepala Bagian Tata Usaha BPKD Kabupaten Tangerang, T.Kustri Mulwatin, pihaknya dalam setahun terakhir ini banyak menerima proposal yang telah disetujui Bupati Tangerang untuk memberikan bantuan kepada media massa dan kelompok media massa. "Kebanyakan dari media yang tidak terkenal," ujarnya.
Mulwatin menyebutkan, dari dana bantuan pers Rp 135 juta, sudah tersalurkan Rp 121 juta atau 89 persen, sedangkan dana bantuan kepada penerangan umum atau media massa sebesar Rp 210 juta sudah tersalurkan Rp 208 juta atau 99 persennya. "Rata-rata pengajuan iklan dan kegiatan kewartawanan," ujarnya.
Menurut Mulwatin, BPKD menyetujui dan mengeluarkan dana tersebut kepada yang bersangkutan karena telah disetujui Bupati yang sebelumnya diketahui Bagian Humas.
Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kabupaten Tangerang Ahmad Djabir mengatakan selama tahun 2005 sampai bulan Oktober ini, pihaknya menerima 69 proposal dari beberapa media massa dan organisasi kewartawanan yang mengajukan permohonan bantuan dana.
Realisasi pencairan dana bantuan pers, lanjut Jabir, sebagian besar dialokasikan untuk iklan pihak Pemkab Tangerang di media-media massa dan pembiayaan kegiatan organisasi pers. "Setiap iklan rata-rata Rp 5 juta," kata Djabir.
Koordinator Komisi C yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Arif Wahyudi dalam dengar pendapat itu mengatakan dirinya curiga kalau dana bantuan pers yang telah dianggarkan tersebut banyak yang salah sasaran penyalurannya. "Saya mencurigai dana bantuan pers yang berjumlah Rp 345 juta itu banyak tersedot oleh media massa-media massa yang tidak rutin ada di meja saya setiap harinya," ujar Arif.
Koordinator Wartawan Tangerang Jaya Kurnia mengatakan adanya bantuan dana untuk pers tersebut telah menodai citra wartawan yang sesungguhnya. Bantuan kepada wartawan dalam bentuk apapun akan mempengaruhi independensi wartawan dalam melakukan pemberitaan yang netral, penuh kritik. "Dana itu jelas merusak citra wartawan yang berkeringat untuk membuat pemberitaan yang sesungguhnya," kata wartawan harian lokal ini.
Joniansyah
Topik :






Komentar Anda :