Dewan Khawatirkan Alokasi Dana Akhir Tahun

Sabtu, 19 November 2005 | 03:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Maringan Pangaribuan mengungkapkan kekahawatirannya perihal penggunaaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun anggaran 2005 untuk mengejar waktu tahun anggaran berakhir.

"Ada dana triliunan yang akan dihabiskan sebulan akhir tahun ini," kata dia di kantornya, Jumat (18/11). Maringan menyatakan pihaknya akan melakukan pengawasan penggunaan dana tersebut. "Semua pihak juga harus mengawasi bersama-sama," dia menghimbau.

Dalam hitungan kasar Maringan, dana yang berusaha dihabiskan pada akhir tahun anggaran ini berjumlah sekitar Rp 4,75 triliun. Dana sebesar itu merupakan total dana selain dana sisa lebih dikurangi dana yang sudah terserap.

Gubernur DKI Sutiyoso dalam paparannya di kepada Panitia Anggaran DPRD DKI Jakarta, Rabu (16/11), menjelaskan bahwa dari total anggaran tahun 2005 sebesar Rp 14,2 triliun, ada sisa lebih sebesar Rp 2,85 triliun. Sedangkan menurut Maringan, dalam
perjalanan penggunaan dana anggaran sampai bulan Oktober, dana yang terserap baru sekitar 57 persen atau sejumlah Rp 6,4 triliun.

Maringan mengkhawatirkan terjadinya penyimpangan dalam upaya menghabiskan dana tersisa itu pada pembayaran proyek-proyek fisik. Dia mengaku tidak yakin proyek-proyek fisik yang belum terbayar dapat diselesaikan dalam waktu sebulan pada Desember yang akan datang. Padahal, menurut dia, pembayaran sebelum proyek selesai juga tidak dibenarkan setelah tutup buku tanggal 30 Desember. Apabila terpaksa dilakukan, lanjutnya, pembayaran semacam itu juga berisiko hilangnya dana tanpa pertanggungjawaban. "Pengalaman yang lalu-lalu banyak pemborong lari," ungkapnya.

Dana yang menumpuk di akhir tahun anggaran, Maringan melanjutkan, seperti menjadi kebiasaan setiap tahun. Menurut dia, itu selalu terjadi karena pihak eksekutif menggunakan teori "kepepet" dengan tidak mengucurkan dana di awal tahun-tahun anggaran. "Untuk menjaga wibawa terhadap bawahannya," ujarnya. Selain itu, penyebab yang lain adalah kurangnya perencanaan.

Harun Mahbub

TOPIK






Komentar Anda

Kirim