Hercules Tidak Takut Sanksi Hukum
Rabu, 21 Desember 2005 | 22:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Hercules, mantan penguasa Tanah Abang-ingin dirinya disebut seperti itu- membantah melakukan pengerusakan di ruang redaksi ruang redaksi Indo Pos di lantai 10 gedung Graha Pena Jalan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. "Anak-anak saya hanya meminta mereka menghentikan aktivitas redaksi dan memanggil pimpinan redaksinya,"katanya di Jakarta, Rabu (21/12).
Menurut Hercules, kedatangan dia dan anak buahnya yang berjumlah sekitar 15 orang pukul 21.30 wib itu adalah untuk meminta klarifikasi terhadap tulisan yang dibuat oleh reporter Indo Pos Deri Ahirianto pada hari Senin (19/12). "Sebelum kesana saya sempat telepon ke kantornya dan diterima oleh operator. Tapi mereka lebih galak lagi,"katanya.
Akhirnya, Hercules memutuskan untuk langsung menyambangi kantor Indo Pos dengan menggunakan tiga buah mobil, yaitu Kijang merah, Espass merah dan Krista.
Keberangan Hercules dipicu karena tulisan tersebut secara sengaja ingin menjelek-jelekan dirinya dengan mencapnya sebagai preman Tanah Abang yang insyaf dan belajar agama. "Dia tidak pernah mewawancarai saya, dan foto yang diambil pada acara Forum Komunikasi Keluarga Besar Anak Betawi (Forkabi) di Kuningan, dibilang diambil di Tanah Abang,"katanya.
Dia berharap tidak ada lagi wartawan yang menulis tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu. "Mau tulis preman atau maling, tanya sumbernya dulu,"kata Hercules.
Hercules mengakui sempat terjadi ketegangan antara anak buahnya dengan orang-orang Indo Pos. "Anak-anak sempat dorong-mendorong dan pukul memukul, karena kami keras dan mereka keras," katanya. Beberapa wartawan Indopos luka-luka, bahkan seoerang diantaranya patah hidungnya.
Hercules siap menghadapi kemungkinan apa pun yang merupakan buntut peristiwa semalam. "Kami melakukan itu karena ada sebab. Saya tidak takut walaupun ada proses hukum. Tapi dengan Indo Pos kita sudah damai,"katanya.
Evy Flamboyan Minanda





