Kota Bogor Utamakan Program Kebersihan

Selasa, 27 Desember 2005 | 17:46 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor:Mendapat predikat kota kotor, pemerintah daerah Kota Bogor melakukan gerakan bersih-bersih. Memasuki Januari 2006, sebanyak 23 titik rawan sampah akan menjadi prioritas pembersihan.

Wali Kota Bogor H. Diani Budiarto meminta semua pihak bekerja keras menghapus predikat buruk dari pemerintah pusat tersebut. Masyarakat, katanya, tidak saling menyalahkan. "Predikat ini sebagai pemacu upaya pembenahan," kata Kepala Dinas Informasi Daerah dan Pariwisata Kota Bogor, Yamin M. Soleh, menirukan petuah wali kota, Selasa (27/12).

Yamin menjelaskan, gerakan kebersihan awal Januari akan dilakukan rutin setiap pekan. Dalam sepekan dijadwalkan selama 4 hari, mulai Senin-Selasa dan Kamis-Jumat, seluruh pegawai bersih-bersih. "Hari Rabu digunakan untuk evaluasi, sedangkan hari Sabtu-Minggu, giliran warga melakukan bersih-bersih di lingkungan masing-masing,"
ujar Yamin.

Daerah yang diprioritaskan adalah Jalan M.A. Salmun, Pasar Anyar, Pasar Bogor, pertigaan Mawar, Pasar Jambu Dua, Jalan Mayor Oking, Pertigaan Warung Jambu, Pasar Merdeka, terminal bus Baranangsiang, dan Jalan Jenderal Sudirman.

Selain gerakan kebersihan massal, pemerintah ini juga kan memperbanyak armada angkut sampah serta menambah tempat penampungan sampah. Menurut Yamin, dana kebersihan sekitar Rp 10 miliar per tahun. Adapun pemasukan dari
retribusi sampah hanya Rp 1 miliar per tahun.

Deffan Purnama-Tempo

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: