Kartu Kompensasi Dicabut Saat Warga Mencairkan Bantuan
Senin, 16 Januari 2006 | 12:35 WIB
TEMPO Interaktif, Depok: Protes warga mewarnai penyaluran kompensasi bahan bakar minyak tunai tahap II di Kota Depok hari ini. Pembagian hari pertama itu sejumlah warga tak dapat mengambil subsidi lantaran kartu kompensasinya ditarik. "Saya diancam penjara kalau tidak mengembalikan kartu," kata Ngadinah, 61 tahun.
Warga Jalan Pajajaran I No 374 Kelurahan Mekar Jaya, Sukmajaya, ini mengaku mendapat kartu subsidi pada Oktober lalu. Dia mengaku sehari-hari hidup dari uang pensiun. "Menurut petugas, peraturannya kalau pensiunan tidak dapat bantuan," ujarnya.
Ngadinah adalah pensiuan guru sekolah dasar golongan ID. Besaran uang pensiun saban bulan Rp 262.300. Dia merasa, uang tersebut tak lagi cukup untuk kebutuhan selama sebulan.
Lain halnya dengan Sukarsi. Wanita 32 tahun itu menangis lantaran kartu yang disodorkan bukannya diganti dengan uang, tapi ditahan petugas Badan Pusat Statistik.
"Saya memang anak seorang pensiunan. Tapi saya janda punya anak dua dan tidak bekerja" tuturnya sambil menghapus air mata.
Warga RT 8 RW 16 Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukma Jaya, itu menambahkan, dirinya sangat membutuhkan dana bantuan untuk biaya berobat anaknya yang sedang sakit.
Rini Kustiani





