Nasabah Bank Dirampok, Rp 66,7 Juta Ludes
Rabu, 08 Februari 2006 | 17:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dua karyawan PT. Agung Makarsa Indah Jakarta, Pamungkas (45) dan Novitriana (36), Rabu (8/2) siang sekitar pukul 14.00 WIB, dihadang lima perampok bersepeda motor dengan menggunakan helm tertutup. Para perampok bersenjata tajam ini berhasil menggasak uang Rp 66,7 juta yang dibawa korban.
Saat itu korban bersama supirnya Darusalam (35) hendak menyimpan uang tersebut ke Lippo Pondok Bambu, setelah sebelumnya mengambil terlebih dahulu dari BCA Pondok Bambu. Dari BCA Pondok Bambu mereka sudah diikuti lima orang dengan tiga orang naik satu RX King dan 2 orang lainnya naik motor bebek. Di jalan Masjid Abidin Rt 08/01 No 40 A Pondok Bambu, kawanan perampok ini menyetop sedan toyota Corona yang ditumpangi korban.
Tiga orang langsung turun menodong supir dan kedua korban yang duduk di belakang dengan menggunakan golok dan celurit. Sempat terjadi tarik-menarik antara Novitriana yang saat itu membawa uang Rp 50 juta di dalam tas hitamnya. Namun korban tak kuasa menahan perampok ini yang memotong tali tasnya dengan celurit dan berhasil membawa lari uang Rp 50 juta. Sedangkan pamungkas, yang saat itu membawa uang Rp 16,7 juta, berhasil direbut tasnya dengan mudah.
Dalam hitungan menit para perampok yang telah berhasil menggasak uang milik korban langsung melarikan diri. Korban pun spontan meminta pertolongan kepada pihak Kepolisisan Sektor Duren Sawit Jakarta Timur. Darusalam, sopir yang membawa kedua korban mengaku menyesal karena tawaran pihak Bank agar mereka di kawal oleh petugas keamanan ditolak pamungkas dan Novitriana.
"Alasannya karena jarak Bank Lippo dekat dan jumalah uang yang di bawa tidak terlalu banyak," kata Darusalam, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini.
Pihak kepolisian sektor Duren Sawit masih memeriksa kedua korban dan darusalam sebagai saksi. Polisi masih belum mendapat titik terang dari komplotan para perampok ini. Yang disesalkan pihak Kepolisian, korban menolak mendapat pengawalan pihak aparat saat pengambilan uang berlangsung. Anton Aprianto





