Bajaj Berbahan Gas Segera Gusur Kancil

Selasa, 14 Februari 2006 | 16:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah DKI Jakarta akan memilih bajaj berbahan bakar gas untuk menggantikan bajaj yang sekarang beroperasi. Adapun kendaraan kancil yang dahulu disebut-sebut menjadi alternatif pengganti bajaj, dianggap tidak bisa diharapkan. "Perusahaannya (kancil) sudah tidak ada," kata Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Selasa (14/2).

Paguyuban Pengusaha dan Pemilik Bajaj Jakarta secara
bertahap akan mengganti kendaraan bajaj sekarang. Bajaj baru yang menggunakan bahan bakar gas pun secepatnya dibuat. Perwakilan paguyuban beserta distributornya
memaparkan rencana tersebut kepada Gubernur DKI
Sutiyoso di Balai Kota, Senin (13/2).

Rencananya, pada tahap pertama akan diluncurkan 250 unit bajaj berbahan bakar gas. Bajaj ini secara fisik tidak berbeda jauh dengan bajaj sekarang. Perbedaannya hanya pada letak mesin yang dulunya di depan beralih ke belakang.

Ciri umum masih sama : roda tiga, mesin 4 tak 173 cc, kapasitas 4 orang beserta pengemudinya. Kecepatan maksimal 70 kilometer per jam. Bajaj tersebut akan didatangkan dari India, dan dijual di Indonesia dengan harga maksimal Rp 38 juta.

Menurut Sutiyoso, bajaj ini dipilih seiring dengan
upaya menjaga lingkungan Jakarta. Dia memperkirakan bajaj berbahan bakar gas beroperasi mulai April, menunggu kelengkapan stasiun pengisiannya. "Sudah ada izin angkutan," katanya.

Harun Mahbub






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: