Petugas PLN Gadungan Ditangkap
Senin, 13 Maret 2006 | 22:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepolisian Sektor Duren Sawit, Jakarta Timur, menangkap delapan petugas PLN gadungan.
Penangkapan ini, kata Kapolsek Komisaris Mulya Nugraha, merupakan hasil pengembangan dari laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan mereka. “Mereka terkenal dengan Kelompok Indramayu,” ujarnya di Jakarta sore ini.
Delapan orang tersebut adalah Tono alias Bagong, 30 tahun, Mahmudin (20), Cholid alias Suel (31), Amir (35), Thamun (25), Rohmat (25), Jawir (27) dan Yanto (35). Mereka diringkus di Bintara Bekasi, siang hari tadi.
Modus operandi komplotan ini, mengaku sebagai petugas PLN dengan kartu identitas dari perusahaan setrum milik negara tersebut. Kemudian, menjual kotak meteran listrik dan menggunakan kuintasi palsu. Mereka menjual boks dengan harga Rp 30-75 ribu.
“Padahal di pasaran harganya cuma Rp 10-20 ribu,” katanya
Selain mengambil keuntungan dari penjualan boks meteran, kelompok ini juga mengincar barang berharga dari korbannya yang lengah. "Biasanya kami mengambil ponsel atau barang berharga yang mudah dijual,” kata Yanto, satu tersangka.
Menurut dia, untuk memperlancar aksinya, kelompok ini menggunakan pakaian petugas PLN yang dibeli di pasar loak seharga Rp 10 ribu dan menggunakan kuintansi palsu yang berlogo PLN, hanya capnya berbeda. Sedangkan boks meteran dibeli dari Indramayu.
Tono, tersangka lainnya, mengaku sudah mencuri 6 buah telepon seluler yang telah dijual kepada penadah Toni, dengan harga Rp 300 ribu per unit. Kelompok ini beroperasi di Cakung, Duren Sawit dan Rawamangun. Barang bukti yang telah disita, antara lain 5 unit telepon, 3 kotak meteran, dan satu buah kuintansi palsu yang berlogo PLN.
EKO ARI WIBOWO





