close

Atap Sekolah Ambruk Saat Syuting Sinetron

Minggu, 02 April 2006 | 20:35 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor:

Sedikitnya 30 orang artis, figuran, dan kru sinetron terluka, ketika dua atap kelas di SMAN 7, Bantar Jati Kota Bogor, runtuh dan menimpa mereka yang sedang syuting di bawahnya, Minggu (2/4) pukul 16.00 wib . Korban terluka langsung dilarikan ke RS
Azra dan RSU PMI. Tidak ada korban jiwa, namun 12 orang luka parah, dan lainnya luka ringan.

Kejadian ini bermula ketika sedang syuting salah satu adegan sinetron berjudul Geng Lima. Sinetron remaja ini mengambil lokasi syuting ruang kelas yang baru selesai diangaun di SMAN 7 Bantar Jati. Ketika pengambilan gambar berlangsung, tiba-tiba atap
kelas runtuh. Material reruntuhan seperti genteng, kayu dan lainnya menimpa para korban. Semua peralatan syuting termasuk kamera dan lampu ikut rusak.

Jerit tangis histeris dan teriakan minta tolong terdengar. Kru lain dan warga yang sedang menonton syuting langsung berlarian menolong korban. Korban luka segera dibawa di ke Rumah Sakit Azra, sekitar 2 kilometer dari tempat kejadian. Sampai pukul 19.00 wib, masih terlihat korban dan keluarganya di Unit Gawar Darurat RS Azra dan RSU PMI.

Dalam insiden ini, beberapa artis sinetron seperti Frans, Siska, Iren Anastasia, Edo Lasika dan Yosi, ikut menjadi korban. Mereka umumnya luka di kepala, leher dan badan.

Di lokasi kejadian, assisten sutradara sinetron Geng Lima, Tommy, menjelaskan, kejadian itu berlangsung tiba-tiba. Ia tidak menyangka kalau bangunan yang baru beberapa bulan dibangun ternyata ambruk. “Saat kejadian kami terkejut dan langsung berlarian menolong, beberapa kru yang tidak tertimpa langsung ikut menolong para korban,” jelas Tommy.

Salah satu korban, Erik, menuturkan saat sebelum kejadian, cuaca sedang buruk, angin bertiup kencang. Ia mengaku sudah cemas saat mendengar bunyi retakan kayu ketika angin kencang kemballi berhembus. Tak lama kemudian, atap runtuh. “Kepala saya bocor, hampir pingsan, yang saya ingat teman saya yang menolong,” tutur Erik sambil memegang kepalanya yang masih sakit.

Polisi Sektor Kota Bogor Utara telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan. Sedangkan seorang staf SMAN 7 yang tidak mau disebutkan
jatidirinya mengatakan, runtuhnya bangunan menjadi tanggung jawab kontraktor, karena dua gedung itu baru selesai 3 bulan lalu, “Saya tidak berwenang memberikan keterangan, besok saja ke kepala sekolah, yang jelas ini bukan kesalahan sekolah kami, tetapi
kontraktornya,” katanya.

Deffan Purnama

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan