Mahasiswa Atmajaya Enggan Gunakan Ruangan Merokok

Sabtu, 08 April 2006 | 05:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Universitas Atma Jaya yang terletak di kawasan Semanggi menyediakan dua ruangan khusus merokok. Tapi, kebanyakan mahasiswa enggan menggunakan ruangan tersebut dan memilih merokok di area kampus lainnya.

"Saya malas merokok di situ, seperti dikandangin," kata Dwi Aji (20), mahasiswa semester dua Jurusan Manajemen. Dwi mengatakan, kadang-kadang tempat khusus merokok malah dipakai untuk pacaran.

Ruangan khusus merokok yang disediakan pihak kampus memang diberi kaca tembus pandang. Ruangan berukuran 4 x 5 meter itu dilengkapi empat asbak di tiap sudut, dan delapan kursi panjang. Ada dua alat penghisap udara di ruangan tersebut.

Kepala otoritas kampus, Harrisusanto, mengakui pelaksanaan dan kontrol larangan merokok di area kampus memang sulit diterapkan. Petugas satpam, katanya, tidak mungkin mengawasi 15 ribu mahasiswa dan 1000 karyawan.

Tapi, Harri optimistis Perda nantinya bisa diterapkan di kampusnya. "Kami telah menyusun aturan soal larangan merokok. Nantinya, tidak ada lagi mahasiswa yang merokok di luar ruang khusus merokok," katanya.

Ketika dijelaskan soal tidak diperbolehkannya area kampus menjadi tempat merokok, Harri mengatakan hal itu tidak mungkin. "Tidak mungkin melarang mahasiswa dan karyawan merokok. Yang jelas, kami mendukung perda larangan merokok, dan kami melakukannya bertahap," katanya.

Pramono

Topik :






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: