"Saya Memang Sedang Sial"
Jum'at, 21 April 2006 | 17:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Juhri Usman, Kepala Sekolah Dasar Negeri 01 Pagi Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, mengaku dia sedang sial saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke sekolahnya, Minggu lalu.
Sebab, ia tak pernah menyangka pada hari libur itu Presiden akan melakukan kunjungan mendadak dan mampir ke sekolahnya.
"Saat itu memang hari libur, sekolah nggak dibersihkan," ujarnya hari ini kepada Tempo di Kepulauan Seribu. Penjaga kebersihan, kata dia, biasanya selalu membersihkan sekolah setiap Senin pagi.
Dalam kunjungan mendadak ke sekolahnya itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kekecewaannya atas kebersihan yang tak terjaga di sekolah tersebut. Kelas yang tak terawat membuat Presiden marah.
"Kalau selama enam tahun siswa bersekolah dalam lingkungan seperti ini, mereka akan menganggap ini yang benar," kata Presiden dengan wajah memerah kepada Kepala SDN 01 Pagi Juhri Usman.
Buntutnya, ia pun dipanggil Dinas Pendidikan Dasar DKI untuk dimintai klarifikasi.
Namun, pascakunjungan Presiden ke sekolah itu, kemarin lingkungan di sekolah tersebut sudah tampak bersih dan berseri. Tak ada sampah yang berserakan di halaman ataupun di dalam kelas.
Enam tong sampah baru terlihat dipajang di depan kelas. Pintu dan jendela pun tampak masih berbau cat baru. "Setelah teguran itu, kami langsung membersihkan," ujarnya.
Juhri juga mengaku, dia telah diminta klarifikasi Dinas Pendidikan Dasar DKI. Dalam pemanggilan itu dia ditanya seputar kebersihan sekolah dan tudingan dirinya dianggap sering mangkir.
Diakuinya dia pernah mangkir dari tugas. Tapi mangkirnya itu bukan tanpa alasan. "Beberapa waktu lalu saya pernah kecelakaan sehingga perlu dirawat setengah bulan," katanya. Selain itu, ia pernah membolos guna menjenguk anaknya yang sedang sakit di Pulau Untung Jawa.
HARUN MAHBUB




Komentar Anda :