Jaringan Rakyat Miskin Minta Soeharto Diadili

Senin, 15 Mei 2006 | 10:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 200 massa dari Jaringan Rakyat Miskin Kota menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, siang ini.

Mereka menuntut kesalahan hukum mantan Presiden Soeharto ditebus kepada rakyat Indonesia dengan cara menyeretnya ke pengadilan. Harta dia serta milik kroninya juga perlu disita, diserahkan kepada negara.

Dalam pernyataan sikap yang dibagikan kepada para pengguna jalan, para pengunjuk rasa menegaskan bahwa Soeharto adalah koruptor terbesar di dunia. Kekayaan keluarganya sekarang, menurut mereka adalah hasil praktek kolusi, korupsi dan nepotisme.

Soeharto dianggap sebagai pelanggar hak asasi manusia terbesar di dunia. Pembunuhan massal, penyiksaan, penculikan, kekerasan, hingga pembumihangusan menjadi ciri lazim Orde Baru selama 32 tahun pemerintahan Soeharto.

Aksi dilakukan pada dua titik konsentrasi. Sebagian berorasi di dalam lingkaran bundaran. Sebagian lain melakukan happening art di depan Plaza Indonesia.

Aksi ini menarik perhatian orang yang lewat. Sebagai latar panggung aksi pantomin, didirikan spanduk besar berwarna merah, dengan tulisan berwarna putih berbunyi: Adili Soeharto dan kroni-kroninya, sita harta mereka.

Aksi tidak begitu mendapat pengamanan ketat dari kepolisian. Sampai saat ini hanya terlihat aparat polisi tidak lebih dari 10 orang yang menjaga kelancaran arus lalu lintas.

HARUN MAHBUB






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: