Sarwono: Batasi Kendaraan Pribadi

Rabu, 24 Mei 2006 | 15:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Salah satu upaya untuk mengatasi kemacetan di Jakarta adalah melakukan disinsentif bagi penggunaan kendaraan pribadi.

Usulan ini disampaikan anggota Dewan Perwakilan daerah Sarwono Kusumaatmadja dalam diskusi publik “Menggugat Pembangunan Jalan Tol Dalam Kota” di Jakarta hari ini.

Menurut dia, pembatasan masuknya kendaraan di jalan-jalan Jakarta. Polanya, sistem zoning atau pembatasan wilayah, penetapan tarif parkir yang tinggi, menaikkan pajak kendaraan pribadi dan meningkatkan fossil energy charge.

Selama ini, kata dia, 98 persen kendaraan yang ada di Jakarta adalah kendaraan pribadi, yang memiliki daya angkut minim dibanding bus. Jalan pun mengalami kelebihan kapasitas. Luas dan lebar jalan tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang masuk.

Dengan adanya disinsentif itu, diharapkan keinginan masyarakat memiliki kendaraan pribadi sebagai sarana transportasi berkurang. Masyarakat cenderung memilih sarana transportasi umum karena lebih praktis, murah dan efisien.

Namun hal ini harus didukung sistem transportasi umum yang baik dan berpihak pada pengguna. Warga dari luar ke Jakarta harus mudah diangkut.

Faktor keamanan dan kenyamanan juga harus diperhatikan. “Untuk itu, pemerintah perlu memberikan subsidi bagi transportasi umum,” ujar Sarwono.

Solusi lain yang ditawarkan untuk mengatasi kemacetan, membangun tata jalan yang ramah terhadap pengguna kendaraan tanpa bahan bakar, seperti sepeda. Sepeda menjadi alternatif transportasi ramah lingkungan.

NININ PRIMA DAMAYANTI

TOPIK






Komentar Anda

Kirim