Tol Baru Membuat Kemacetan Kian Parah

Rabu, 24 Mei 2006 | 16:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bambang Susantono, anggota Masyarakat Transportasi Indonesia, mengatakan pembangunan jalan baru di tengah kota dapat menimbulkan kemacetan lebih buruk lagi.

Hal itu, katanya hari ini, terjadi lantaran masyarakat lebih tertarik membeli kendaraan pribadi. Masyarakat juga cenderung melewati jalan yang sama berulang kali dan terpusatnya kendaraan pada pintu keluar tol.

Selain itu, dampak lingkungannya juga besar. Yakni, berkurangnya sejumlah lahan hijau yang saat ini sudah amat minim dan sirkulasi udara yang terbatas.

Kritik ini disampaikan dalam diskusi “Menggugat Pembangunan Jalan Tol Dalam Kota”. Pemerintah sedang menyiapkan enam ruas tol baru di Jakarta yang ditargetkan selesai empat tahun lagi.

Bambang menawarkan pilihan mengatasi kemacetan Jakarta, yaitu memaksimalkan penggunaan angkutan umum. Apalagi, katanya, pemerintah DKI Jakarta sudah merancang pola transportasi makro.

Rancangan itu memadukan empat sistem transportasi umum yang banyak dipakai di kota metropolitan dunia: busway, kereta ringan dengan rel tunggal, jaringan mass rapid transit dan jaringan angkutan air.

Proyek ini diharapkan selesai pada 2014. Diharapkan kemacetan dapat teratasi, sekaligus mengurangi polusi udara dan tingkat kecelakaan yang tinggi.

Bambang menilai, rancangan sistem transportasi harus disesuaikan dengan penataan ruang tempat tinggal, kantor, sarana rekreasi dan hiburan serta sarana perbelanjaan. Selama ini, sistem makro transportasi di Jakarta masih mengarah (terpusat) ke satu titik, yaitu pusat kota Jakarta.
Akibatnya, banyak terjadi simpul-simpul kemacetan terutama pada perempatan-perempatan jalan di dalam kota. Bentuk yang ideal, kata Bambang, adalah bentuk tata ruang yang sifatnya radial.

“Jakarta dikelilingi oleh rute-rute transportasi yang melingkar dari arah luar menuju ke tengah kota,” ujarnya, menjelaskan tawaran yang disampaikan.

Dari rute-rute itu, disediakan kantong-kantong transit yang dapat digunakan masyarakat berganti angkutan. Pada konsep inilah, pola transportasi makro direalisasikan.


NININ PRIMA DAMAYANTI

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: