150 Sekolah Rusak di Kabupaten Bekasi
Rabu, 07 Juni 2006 | 19:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bekasi - Dunia pendidikan Bekasi, benar-benar prihatin. Sekolah roboh dibiarkan tanpa rehabilitasi. Itu terjadi pada Gedung Sekolah Dasar Negeri 04 Cibuntu di Jalan Raden Onte Kampung Cibuntu, Cibitung, Kabupaten Bekasi.
“Sejak dua tahun lalu, tiga ruang kelas sekolah kami roboh, “ kata Kepala SDN 04 Cibuntu Nasan. Akibatnya 345 siswa yang belajar disekolah ini harus bergantian belajar. Untuk kelas 1, 2, dan 6 belajar pagi, sedangkan 3, 4, dan 5 siang.
Menurut dia, tiga tahun silam pihaknya telah mengajukan rehabilitasi sekolahnya kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi. Namun baru pada 2004, sekolah yang didirikan tahun 1979 itu direhabilitasi.
Dari enam lokal yang ada, hanya tiga lokal yang rehabilitasi. Akibtanya, tiga lokal yang belum direhab tidak digunakan lagi. ”Kayu-kayunya sudah lapuk dan atapnya juga rusak,” kata dia.
“Saya berharap agar Pemeritah Kabupaten Bekasi segera memperbaiki sekolah roboh ini, karena kami benar-benar kekurangan kelas,” kata Nasan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Muhidin yang ditemui terpisah mengatakan lambannya rehabilitasi sekolah rusak karena pengesahan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah 2006 telat.
Di Kabupaten Bekasi, kata Muhidin, sedikitnya 150 unit gedung sekolah rusak parah. Rencananya pada Juli mendatang pemerintah akan merehabilitasi 150 sekolah tersebut. Dana yang dibutuhkan untuk rehabilitasi sekolah itu antara Rp 300-350 juta per unit.
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Sa'aduddin mengakui lambannya pengesahan APBD 2006 menyebabkan pembangunan di Kabupaten Bekasi terhambat, termasuk rehabilitasi sekolah rusak.
“Seharusnya Maret lalu rehabilitasi sekolah rusak sudah dikerjakan. Saat ini baru tahap tender,” ujarnya.
Siswanto





