Jalan Penunjang Terminal Jatijajar di Jalur Sutet

Kamis, 13 Juli 2006 | 19:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Studi kelayakan jalan penunjang terminal Jatijajar di kota Depok mengajukan alternatif jalur Sutet sebagai jalan baru (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) yang melintasi Depok-Jagorawi. Jalan baru di jalur Sutet ini nantinya akan menghubungkan jalur kota Depok, terminal Jatijajar, dan Jagorawi.

Ketua Tim Leader Konsultan Studi Kelayakan (feasibility study) Jalan Penunjang Terminal Jatijajar dari PT Hutama Cipta Konsulindo, Suryani Ismail mengatakan, pengajuan jalan baru jalur Sutet ini merupakan hasil studi pendahuluan pada studi kelayakan pembangunan jalan penunjang terminal Jatijajar.

Menurut Suryani, salah satu faktor PT Hutama Cipta Konsulindo mengajukan jalur Sutet sebagai jalan penunjang terminal Jatijajar karena jalur Sutet merupakan jalur kosong yang belum dipergunakan sebagai jalur rute antara Depok dengan Jagorawi.

Jalan yang selama ini digunakan sebagai jalur alternatif penghubung kota Depok dengan Jagorawi adalah Jalan Margonda, Jalan Akses UI, Jalan Tole Iskandardinata, dan Jalan Raya Bogor. Kemacetan masih terjadi di seputar jalan alternatif tersebut.

Sementara itu, pembangunan terminal Jatijajar sebagai terminal tipe B yang nantinya akan dipergunakan untuk terminal bus antar kota dan antar provinsi ini ditujukan untuk mengurangi kemacetan yang selama ini bertumpuk di jalur-jalur tersebut.

Pengajuan jalur Sutet sebagai jalan penunjang terminal Jatijajar ini ditentang oleh Dinas Tata Kota dan Bangunan kota Depok. Menurut Dinas Tata Kota dan Bangunan, pengajuan jalan baru di Sutet harus melalui pengkajian. Pasalnya, dengan tidak dipergunakan sebagai jalan penunjang saja, jalur Sutet selama ini menimbulkan banyak dampak gejala di masyarakat seperti masalah sosial dan budaya.

ENDANG PURWANTI






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: