Korban Malpraktek Datangi Kedutaan Jerman
Sabtu, 22 Juli 2006 | 12:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tujuh orang korban malpraktek mendatangi Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, hari ini. Mereka meminta pertanggungajawaban kedutaan atas tindak malprkatek pada operasi massal katarak.
Para korban yang didampingi Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan itu berasal dari Tabak, Langkat, Sumatera Utara. Mereka adalah Saleh, 77 tahun, Somad (66), Siti Manis (56), Misni (52), Namuli (75), Ruminem (63), dan Rubiyem (70).
Ketua Pendiri LBH Kesehatan Iskandar Sitorus mengatakan warga Langkat tersebut menjadi korban malpraktek ketika dilakukan operasi massal katarak pada 29–30 September 2005 di Puskemas Tabak, Langkat Sumatera Utara. “Pascaoperasi mata mereka malah menjadi buta,” kata Sitorus.
Menurut Sitorus operasi massal tersebut didanai Kedutaan Besar Jerman. Pelaksanaan operasi terkesan sangat terburu-buru sehingga tingkat keamanan medisnya terabaikan. “Saat itu pasiennya 120 orang dengan dua dokter dan diselesaikan sampai pukul 01.00 dini hari,” Sitorus menjelaskan.
Juru bicara Kedutaan Besar Jerman Luki Hermanto mengaku belum mengetahui kasus ini. Dia berjanji akan mencari tahu informasi malpraktek ini. “Saya belum tahu-menahu tentang hal itu. Sekarang kedutaan sedang libur. Nanti Senin bisa kontak lagi,” kata Luki.
Muchamad Nafi





