Pembunuhan Sopir Taksi Sudah Direncanakan
Selasa, 08 Agustus 2006 | 17:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Perampokan yang disertai pembunuhan terhadap Marsudi, 42 tahun, pengemudi taksi Koperasi Taksi Indonesia, diakui oleh pelaku, Suryana, 18 tahun dan Bejo Saputra, 18 tahun, telah direncanakan.
"Sebetulnya rencananya cuma mau melukai supirnya, terus ambil duitnya aja," kata Suryana kepada Tempo saat berada di kantor Kepolisian Sektor Cilandak, hari ini.
Keduanya mengaku sedang bingung waktu itu, karena sudah tidak memiliki uang sama sekali. "Saya sama Bejo mau ambil duitnya buat ongkos pulang," ujar Suryama yang hanya lulusan SD ini.
Kedua pelaku yang naik taksi dari Pasar Festival, Kuningan, pada hari Senin (7/8) jam 23.00 WIB ini, juga mengaku sudah tiga hari tidak pulang ke rumah. Pelaku yang tinggal di Jalan Deli Lorong 26 nomor 25, Koja, Jakarta Utara, itu pergi dari rumah lantaran malu sudah lama tidak memiliki pekerjaan.
"Orang tua saya juga sering marahin saya," tutur Suryana.
Dalam kasus tersebut, Suryana bertindak sebagai penjerat leher Marsudi yang tinggal di Jalan Agung Raya, Gg Poncol Rt 12 Rw 07, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Sedangkan Bejo yang hanya mengenyam pendidikan hingga kelas dua SMP, berperan sebagai penggorok leher korban dengan cutter.
Atas tindakan perampokan yang disertai pembunuhan terencana di Jl H. Saidi IV Buntu, Cipete Selatan, Jakarta Selatan itu, kedua pelaku dapat dikenakan pasal 340 jo 365 KUHP. Adapun ancaman hukumannya bagi mereka berdua adalah penjara seumur hidup.
WAHYUDIN FAHMI





