Bajaj Gas Meluncur Tanpa Dukungan

Kamis, 10 Agustus 2006 | 01:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Daerah Khusus Ibu kota Jakarta meluncurkan angkutan roda tiga bajaj berbahan bakar gas. Namun, stasiun pengisian bahan bakar gasnya baru empat yang berfungsi.

Gubernur Sutiyoso mentargetkan ada 250 unit bajaj bahan bakar gas yang beroperasi hingga akhir tahun ini. Sehingga, katanya saat peluncuran, "Dalam waktu satu tahun semua bajaj sudah berbahan bakar gas."

Kebijakan ini dikeluarkan lantaran angkutan umum itu merupakan salah satu kendaraan yang tidak memenuhi syarat emisi gas buang. Dari suara hingga asap buangnya menyumbang polusi yang cukup besar bagi Jakarta.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Nurachman, saat ini jumlah bajaj dengan bahan bakar minyak ada 14.424 unit. Sebanyak jumlah inilah yang akan ditukar dengan bajaj bahan bakar gas.

Tentu saja tidak gratis. Satu unit bajaj bahan bakar gas harus dibayar tunai Rp 36,5 juta. Kalau kredit, cicilannya Rp 1 juta setiap bulan sepanjang lima tahun.

Dariman, pengemudi bajaj sejak tahun 1985, keberatan dengan angsuran yang harus dibayar itu. "Berarti sehari saya harus dapat 50 ribu, sedangkan bajaj jumlahnya ratusan," katanya.

Suyoto, pengemudi bajaj lainnya, mempersoalkan minimnya stasiun pengisian bahan bakar gas. "Kalau mogok dijalan gimana dong," ujarnya.

Nurachman mengakui bahwa stasiun pengisian gas yang berfungsi baru ada empat: di Pulogadung, Jalan Pemuda, Perintis Kemerdekaan dan Daan Mogot.

Ketua Paguyuban Pengusaha Bajaj, Taryono, tidak mau ambil risiko. Akibat minimnya stasiun gas, bajaj dipastikan tetap menggunakan bahan bakar minyak. "Nanti saja, kalau stasiun pengisiannya sudah banyak."

Nurachman mengingatkan, pemilik bajaj bahan bakar gas akan rugi jika menggunakan bahan bakar minyak. "Sebab BBM harganya lebih mahal."

Saat ini, harga bahan bakar minyak Rp 4.500 per liter. Sedangkan harga gas Rp 2.562 per liter setara premium (LSP).

Selain itu, kata Nurachman, komponen mesinnya pun akan rusak jika menggunakan bahan bakar minyak dalam jangka waktu lama. Kecuali, jika penggunaannya sebatas dalam kondisi terdesak. Maksudnya, "Kalau di tengah jalan tidak ada pompa pengisian gas."


YUDHA SETIAWAN






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: