Korban Tsunami Cilacap Telantar di Solo
Kamis, 10 Agustus 2006 | 21:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Salah seorang korban bencana tsunami asal Kabupaten Cilacap, Paulus Susanto, terlantar di Kota Solo. Korban diduga mengalami gangguan kejiwaan setelah keluarganya terkena tsunami yang melanda pesisir pantai selatan Jawa 17 Juli yang lalu.
Paulus kehilangan istri dan kedua anaknya akibat terkena tsunami. Korban mengalami gangguan kejiwaan karena belum bisa menerima kehilangan seluruh angora keluarganya.
Korban masuk Kota Solo, Kamis (10/8). Dengan mengendarai sepeda angina, pria ini mendatangi Puskesmas Pembantu Kalurahan Jajar, Laweyan. Ia menemui para petugas Puskesmas dan meminta dipertemukan dengan anak dan istrinya yang menurutnya dirawat di tempat itu.
Menurut Lestari, salah seorang petugas puskesmas, pria yang sehari-hari sebagai nelayan tersebut menyebut nama istrinya yang bernama Widyastuti serta kedua anaknya, Heru Pramono dan Joko Prasetyo.
''Katanya mereka dirawat dirawat disini. Padahal disini tidak ada pasien dengan nama tersebut, tentu saja kami bingung,'' ungkap Lestari.
Setelah ditanyai, Paulus kemudian bercerita. Selama hampir sebulan dia yang kini hidup sebatang kara terus mencari anak dan istrinya itu. Warga Welahan Wetan, Kadipala, Cilacap, itu menyusuri berbagai daerah dengan sepeda angina yang dimilikinya hingga akhirnya tiba di Kota Solo.
Paulus juga mengeluarkan sebuah dokumen yang dibawanya. Dari dokumen tersebut diketahui, ada sebuah surat keterangan yang menyebutkan lelaki berumur 42 tahun ini mengalami gangguan kejiwaan setelah istri dan kedua anaknya tewas dalam bencana tsunami pada 17 Juli yang lalu.
Para petugas Puskesmas juga membujuk kepada Pauluas agar bersedia menjalani perawatan di RSJ Solo. Namun permintaan itu ditolak oleh Paulus dengan alasan dirinya masih akan mencari kedua anak dan istrinya. anas syahirul





